ADVERTISEMENT

Menengok Tarif Listrik Negara ASEAN, Siapa Paling Mahal?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 14 Jun 2022 18:00 WIB
Warga memasukkan pulsa token listrik di salah satu indekos di kawasan Sunter Jaya, Jakarta, Senin (19/7/2021). Pemerintah memutuskan memperpanjang stimulus program ketenagalistrikan saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berupa diskon tarif tenaga listrik, pelaksanaan pembebasan biaya beban atau abonemen 50 persen serta pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum 50 persen sampai dengan triwulan IV atau hingga Desember 2021. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT


2. Listrik di Singapura Paling Mahal

Di Malaysia, penerapan tarif listrik untuk pelanggan domestik berlaku progresif. Semakin besar penggunaan listriknya, maka akan semakin mahal tarif listrik yang dibayarkan per kWh-nya.

Untuk pemakaian 200 kWh pertama (1-200 kWh) akan dikenai tarif sebesar 21,80 sen ringgit atau sekitar Rp 719,4/kWh (asumsi kurs Rp 3.300). Kemudian, pemakaian paling besar yakni 901 kWh ke atas dikenakan tarif 57,10 sen/kWh atau sekitar Rp 1.884,3/kWh.

Tarif progresif ini juga berlaku di Thailand. Di Negara Gajah Putih, untuk pemakaian 15 kWh pertama (0-15 kWh) dikenakan US$ 0,08/kWh atau sekitar Rp 1.176/kWh (asumsi kurs Rp 14.700). Untuk 10 kWh berikutnya (16-25 kWh) sebesar US$ 0,10/kWh atau sekitar Rp 1.470/kWh, dan yang paling tinggi ialah pemakaian 400 kWh ke atas dengan tarif yang dikenakan US$ 0,14/kWh atau sekitar Rp 2.058/kWh.

Vietnam juga menerapkan skema serupa untuk pelanggan golongan rumah tangga. Pemakaian 0-50 kWh dikenakan 1.678 Vietnam dong atau sekitar Rp 1.057,14 (asumsi Rp 0,63). Berikutnya untuk 51-100 kWh sebesar 1.734 Vietnam dong atau sekitar Rp 1.092,42. Tarif paling tinggi ialah untuk 401 kWh ke atas dengan tarif 2.927 Vietnam dong/kWh atau sekitar Rp 1.844,01/kWh

Tarif listrik di Singapura saat untuk periode April hingga Juni 2022 sebesar US$ 27,94 sen atau sekitar Rp 4.107,18/kWh sebelum pajak. Tarif ini naik sebanyak 9,9% atau 2,49 sen dibanding kuartal sebelumnya.

Sementara, tarif listrik di Filipina untuk keseluruhan sebesar 10,4612 peso per kWh atau sekitar Rp 2.887,29/kWh (asumsi kurs Rp 276). Tarif ini baru saja mengalami kenaikan sebesar 0,3982 peso.

Kok bisa Malaysia listriknya murah banget? Rahasianya ada di halaman berikutnya.



Simak Video "Sah! Tarif Listrik Naik, Dirut PLN: Kalau Pindah Daya, Ya Monggo"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT