Rencana Pemerintah Ubah Skema Subsidi LPG dan BBM

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 14 Jun 2022 23:35 WIB
Petugas melakukan pengisian gas ke dalam tabung LPG 3 kg di Stasiun Pengisian Bahan bakar Elpiji (SPBE) di kawasan Terminal LPG Makassar, Kamis (3/10/2019). Setiap hari terminal tersebut memproduksi 22 ribu tabung 3 kg berisi gas dengan kapasitas 60-70 metrik ton untuk kebutuhan warga Makassar.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah menilai subsidi LPG 3 kilogram (kg) dan BBM masih dinikmati masyarakat golongan mampu. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan saat ini pemerintah mendorong skema subsidi baru.

"Kalau kita lihat bagaimana manfaat yang diterima masyarakat terhadap LPG memang terlihat sekali dinikmati oleh hampir seluruh masyarakat dengan justru kelompok yang mampu," kata Febrio dikutip dari Antara, Selasa (14/6/2022).

Menurut Febrio skema subsidi akan diganti dari subsidi terbuka menjadi berbasis orang. Saat ini masyarakat miskin yang menikmati subsidi LPG 3 kg adalah 23,3% dari total subsidi. Sebanyak 57,9% dinikmati golongan kaya.

Selain itu menurut Febrio penyediaan LPG di Indonesia mayoritas berasal dari impor yakni mencapai 80% dari total LPG.

Terlebih lagi, harga komoditas energi semakin meningkat akibat konflik geopolitik namun Harga Jual Eceran (HJE) tetap Rp 4.250 per kilogram sejak 2010 sedangkan harga keekonomiannya kini mencapai Rp 19.609 per kilogram.

"Ini menunjukkan besarnya beban dari subsidi LPG yang kita lakukan tapi ini keputusan dari kita bersama untuk menjaga daya beli di tengah ketidakpastian 2022," jelasnya.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik