RI Bidik Nol Emisi Karbon di 2060, Gasifikasi Pembangkit Listrik Dikebut

ADVERTISEMENT

RI Bidik Nol Emisi Karbon di 2060, Gasifikasi Pembangkit Listrik Dikebut

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 15 Jun 2022 12:32 WIB
PGN Pastikan Pasokan hingga Layanan Gas Bumi Aman Selama Nataru
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Pemerintah mengebut program nol emisi karbon. Program ini ditargetkan bisa dicapai pada 2060 nanti.

Untuk mendukung hal tersebut, Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk, memperkuat pasokan gas dan perluasan infrastruktur gas bumi sebagai energi transisi yang berkelanjutan.

PGN berencana mengakselerasi proses transisi fossil fuel ke energi bersih gas bumi, melalui beberapa proyek. Pertama program regasifikasi pembangkit-pembangkit listrik yang ada di sebagian besar timur indonesia. Berdasarkan Kepmen ESDM No. 2 Tahun 2022, regasifikasi pembangkit listrik akan dilakukan di 33 lokasi, total kapasitas pembangkit 1,198 MW dan penggunaan gas bumi 83,74 BBTUD.

"Melalui proyek regasifikasi yaitu mengkonversi penggunaan fuel dan batu bara menggunakan gas bumi pada penggunaan listrik maka PGN optimis mencapai zero net emission. Apabila regasifikasi ini bisa dilakukan secara penuh, akan menekan emisi 650.000 ton CO² tiap tahunnya. Jika digabung dengan proyek Refinary dan Jargas, total pemanfaatan gasnya bisa menekan emisi sekitar 5 juta ton CO² tiap tahunnya," jelas Direktur Sales dan Operasi PGN Faris Azis, dalam keterangannya, (15/6/2022).

Faris melanjutkan, selain ke pembangkit-pembangkit listrik milik PLN, konversi ke gas bumijuga dilakukan melalui gasifikasi di refinery yang berada di RU II Dumai, RU III Plaju, RU VI Balongan, RU IV Cilacap, TPPI, GRR Tuban, dan RU V Balikpapan.

"Semoga kami bisa mewujudkan proyek-proyek tersebut yang memberikan multibenefit yaitu gas sebagai energi bersih bisa hadir menggantikan fossil fuel. Dengan total 560 BBTUD gasifikasi refinery dapat menekan emisi karbon sampai dengan 4,3 juta ton CO² per tahun," ujar Faris.

Ketiga adalah pemanfaatan gas bumi di sektor rumah tangga. Hingga kini telah hadir 750 ribu sambungan jaringan gas rumah tangga yang tersebar di 17 Provinsi dan 67 Kota/Kabupaten. PGN telah berhasil menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan, bersih, dan mudah di akses 24 jam.

"Dengan target skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) 4 juta sambungan rumah tangga pada tahun 2024. Satu juta jaringan gas untuk sektor rumah tangga, dapat menekan emisi karbon hingga 60.000 CO² tiap tahunnya. Program ini dapat membantu pemerintah menurunkan impor LPG dan menekan biaya subsidi energi," ujar Faris.

"PGN optimis pemanfaatan gas bumi pasca pandemi COVID-19 di Indonesia akan meningkat. Gas bumi merupakan energi fosil paling bersih dan sangat tepat untuk dimanfaatkan di proses transisi energi," pungkas Faris.



Simak Video "Muncul Petisi Setop Penggunaan Gas Air Mata Usai Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT