ADVERTISEMENT

Jangan Kaget Tagihan Listrik Bulan Ini Naik, Mungkin Ini Biang Keroknya

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Jumat, 17 Jun 2022 17:40 WIB
Warga memasukkan pulsa token listrik di salah satu indekos di kawasan Sunter Jaya, Jakarta, Senin (19/7/2021). Pemerintah memutuskan memperpanjang stimulus program ketenagalistrikan saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berupa diskon tarif tenaga listrik, pelaksanaan pembebasan biaya beban atau abonemen 50 persen serta pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum 50 persen sampai dengan triwulan IV atau hingga Desember 2021. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

PT PLN (Persero) menyampaikan pembayaran rekening listrik di sektor rumah tangga kemungkinan naik bulan ini. Namun, penyebabnya bukan karena kebijakan pemerintah yang menaikkan tarif listrik.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menjelaskan pembayaran listrik itu dihasilkan dari volume listrik yang digunakan lalu dikalikan tarif yang berlaku. Artinya pembayaran listrik bergantung dari pemakaian listrik masyarakat.

Di bulan ini, menurutnya, penggunaan listrik akan besar, penyebabnya lantaran sudah memasuki masa libur sekolah. Aktivitas rumah tangga akhirnya menjadi meningkat, penggunaan listrik seperti untuk AC dan menonton TV akan lebih sering. Hal ini yang disinyalir akan membuat pembayaran listrik membengkak.

"Nanti mungkin di bulan ini akan terbit rekening, tiba-tiba naik pembayarannya. Naik pembayaran bisa karena apa? Karena volumenya. Anak sekolah mulai libur," katanya, dalam bincang virtual Forum Merdeka Barat 9, Jumat (17/6/2022).

Atas dasar itu, ia meminta masyarakat untuk tidak menuduh pemerintah menaikkan tarif, bila nantinya saat pembayaran naik lebih dari biasanya. "Tiba-tiba dia ngadu 'Pak, kok, pembayaran saya naik? Wah ini bohong ini. Pemerintah ini bohong'" imbuh dia.

Ia menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik Juni ini. "Tidak akan naik tarif apapun itu. Tidak akan disesuaikan pada bulan ini. Tidak ada," ujarnya.

Adapun kenaikan listrik diberlakukan di 1 Juli 2022 yang diperuntukkan untuk untuk pelanggan dengan golongan 3.500 VA ke atas (R2 dan R3) dan golongan pemerintah (P1, P2, dan P3) atau golongan pelanggan nonsubsidi

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menjelaskan kenaikan itu dipengaruhi faktor kurs, inflasi, harga minyak mentah (ICP), dan harga batu bara.

"ICP dan inflasi mempengaruhi tarif adjustment diberlakukan mulai triwulan ketiga tahun 2022," ujarnya.



Simak Video "Perhatian! Golongan Listrik Orang Miskin 450 VA Bakal Dihapus"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT