Bukan Salah Putin, Ini Sosok Alexei Miller yang Kerek Harga Gas Eropa

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 18 Jun 2022 15:30 WIB
Alexey Miller, CEO of the Russian energy supplier Gazprom, listens during a press conference as part of a meeting of the European Union energy commissioner Guenther Oettinger  Russias energy minister Alexander Novak and Ukraines energy minister Yuri Prodan in Berlin, Friday, May 30, 2014. (AP Photo/Markus Schreiber)
Alexey Miller/Foto: AP/Markus Schreiber
Jakarta -

Presiden Rusia Vladimir Putin belakangan disebut menjadi penyebab naiknya harga gas. Sebab negara itu telah menyetop pasokan gas ke sejumlah negara.

Ternyata bukan Putin yang menjadi penyebab utama kenaikan harga gas. Disetopnya pengiriman gas Rusia dilakukan perusahaan energi Gazprom yang dipimpin Alexei Miller.

Hal ini juga yang dituduhkan oleh Menteri Ekonomi Jerman. Menurutnya, melalui kebijakan Miller di Gazprom yang mendorong harga energi dan mengurangi pasokan gas.

CEO Gazprom, Alexei Miller pernah mengatakan Rusia akan bermain dengan aturannya sendiri. Hal ini dikatakan setelah membatasi jumlah gas ke Jerman di bawah 70 juta meter kubik per hari.

"Produk kami, aturan kami. Kami tidak bermain dengan aturan yang tidak kami buat," kata Miller selama diskusi panel di Forum Ekonomi Internasional St Petersburg dikutip dari BBC, Sabtu (18/6/2022).

Kini berbagai negara telah mengalami penurunan pasokan gas Rusia, termasuk ENI Italia, OMV Austria dan Uniper Jerman. Gazprom mengurangi pasokan gasnya ke Italia sekitar 15% pada Rabu.

Italia, sangat bergantung pada gas Rusia, yang menyumbang 40% dari impornya. Sebelumnya, perusahaan yang dipimpin Miller itu juga telah menghentikan ekspor gas ke Finlandia tepatnya ke perusahaan Gasum pada 21 Mei 2022.

"Pada Jumat sore tanggal 20 Mei, Gazprom Export menginformasikan Gasum jika pasokan gas alam ke Finlandia berdasarkan kontrak pasokan Gasum akan dihentikan pada Sabtu 21 Mei 2022 pukul 07.00," bunyi keterangan pihak Gasum dikutip dari CNBC.

Profil Alexei Miller

Alexei Miller merupakan orang kepercayaan Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia dipilih langsung oleh Putin sebagai CEO Gazprom pada 2001.

Pada waktu itu penunjukan Miller dibayangi banyak kontroversi karena ia memiliki banyak lawan, tetapi ia juga terkenal orang yang sukses besar melalui kerja keras dan tekadnya.

Di bawah kepemimpinan Miller, Gazprom mencapai stabilitas keuangan hanya tiga tahun. Perusahaan memenuhi tujuan produksi gasnya pada 2003 dan berpindah dari keadaan stabilitas menurun ke peningkatan yang baik.

Laba bersih diperkirakan melebihi 200 miliar rubel pada 2003. Miller memilih karyawannya dengan hati-hati dan memperlakukan mereka dengan hormat. Dalam membawa Gazprom keluar dari krisisnya, dia memberikan banyak penghargaan kepada karyawannya yang berdedikasi.

(ara/ara)