Miris! Marak Pelecehan Seksual di Pertambangan Australia

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 24 Jun 2022 09:05 WIB
PBB Minta Australia Hentikan Tambang Batubara Adani
Foto: ABC Australia
Jakarta -

Pertambangan di Australia Barat memberikan kontribusi besar pada ekonomi negara. Namun, citra tambang ini rusak karena budaya pelecehan seksual.

Hal itu diketahui dari laporan penyelidikan parlemen yang diterbitkan Kamis.

Dikutip dari CNN, Jumat (24/6/2022), setelah penyelidikan yang berlangsung hampir satu tahun, komite yang dipimpin oleh anggota parlemen negara bagian mengungkap pelecehan seksual yang meluas hingga pemerkosaan pada pekerja perempuan. Hal itu menggambarkan budaya 'menutup-nutupi' di mana pelecehan seksual diterima secara umum atau diabaikan.

Banyak yang mengajukan penyelidikan mengatakan bahwa mereka pertama kalinya menceritakan pengalaman mereka. Sementara, kepolisian negara bagian mengatakan kepada komite bahwa mereka telah menyelidiki 23 laporan serangan seksual di lokasi tambang selama dua tahun terakhir.

Salah satu akun pekerja wanita yang tidak disebutkan namanya berbagi cerita saat jatuh pingsan. Pekerja itu 'diamankan' di lokasi penambangan dan bangun hanya dengan celana jeans dan celana dalam di sekitar pergelangan kakinya.

"Saya merasa sakit, malu, dilanggar, kotor dan sangat bingung,'" katanya dalam kesaksiannya.

Sementara, seorang kontraktor wanita merinci bagaimana supervisor di situsnya mengatakan bahwa dia perlu berhubungan seks untuk melakukan penyelidikan keselamatan. Wanita yang sama kemudian diberitahu bahwa dia 'harus berlutut' jika menginginkan pekerjaan penuh waktu di pertambangan.

Banyak laporan tentang kekerasan seksual yang mengerikan dan tentang pria yang melakukan pemaksaan di tempat kerja, melepas pakaian di tempat kerja, menempatkan boneka seks, membuntuti mereka, mengirim pesan teks dengan materi eksplisit dan cabul.

Beberapa perusahaan pertambangan dan bahan bakar fosil termasuk BHP, Woodside Energy, Rio Tinto dan Fortescue Metals Group disebutkan dalam laporan yang berhubungan dengan berbagai tuduhan penyerangan seksual di lokasi mereka atau oleh pekerja mereka.

Dalam pernyataan, Rio Tinto mengatakan bahwa pihaknya mendukung penyelidikan sejak awal dan akan mempelajari rekomendasi laporan tersebut. Sementara CEO Fortescue Metals Group Elizabeth Gaines menegaskan tak ada toleransi terhadap pelecehan seksual.

Seorang juru bicara Woodside Energy mengatakan perusahaan minyak dan gas tersebut berkomitmen untuk menyediakan lingkungan kerja yang aman bagi karyawan dan semua orang di industri harus bekerja lebih baik.

Komite mengatakan bahwa perusahaan pertambangan umumnya terbuka terhadap penyelidikan. Beberapa dari mereka yang disebutkan namanya telah mengambil tindakan tegas untuk memberhentikan pelecehan seksual.



Simak Video "Pemanfaatan Pasir Sisa Tambang Untuk Pembangunan di Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/das)