ADVERTISEMENT

Ini Link Pendaftaran untuk Bisa Beli Pertalite dan Solar

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Senin, 27 Jun 2022 17:33 WIB
Sejumlah kendaraan antre mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Tol Sidoarjo 54.612.48, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (11/4/2022). Pemerintah menetapkan Pertalite sebagai jenis BBM khusus penugasan yang dijual dengan harga Rp7.650 per liter dan Biosolar Rp5.510 per liter, sementara jenis Pertamax harganya disesuaikan untuk menjaga daya beli masyarakat yakni menjadi Rp 12.500 per liter dimana Pertamina masih menanggung selisih Rp3.500 dari harga keekonomiannya sebesar Rp16.000 per liter di tengah kenaikan harga minyak dunia. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/rwa.
Beli Pertalite dan Solar Harus Daftar di Sini/Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Jakarta -

Membeli BBM jenis Pertalite dan Solar nantinya tidak bisa sembarangan. Masyarakat yang mau membeli BBM jenis Pertalite dan Solar harus mendaftar terlebih dulu di MyPertamina mulai 1 Juli 2022.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution, mengatakan sudah menyiapkan website khusus untuk masyarakat agar bisa mendaftar pembelian Pertalite dan Solar. Websitenya ialah https://subsiditepat.mypertamina.id/.

"Kami menyiapkan website MyPertamina yakni https://subsiditepat.mypertamina.id/ yang dibuka pada 1 Juli 2022," kata Alfian dalam keterangannya, Senin (27/6/2022).

Ia menjelaskan, masyarakat yang sudah mendaftar di website tersebut akan diverifikasi datanya terlebih dahulu. Jika sudah diverifikasi, maka masyarakat baru bisa membeli BBM jenis Pertalite dan Solar.

"Masyarakat yang merasa berhak menggunakan Pertalite dan solar dapat mendaftarkan datanya melalui website ini, untuk kemudian menunggu apakah kendaraan dan identitasnya terkonfirmasi sebagai pengguna yang terdaftar. Sistem MyPertamina ini akan membantu kami dalam mencocokkan data pengguna," jelasnya.

Dengan adanya website ini, maka masyarakat yang tak memiliki aplikasi MyPertamina juga bisa ikut mendaftar. Nantinya, masyarakat yang sudah melakukan pendaftaran kendaraan dan identitasnya, kemudian akan mendapatkan notifikasi melalui email yang didaftarkan.

Pengguna terdaftar akan mendapatkan QR code khusus yang menunjukkan bahwa data mereka telah cocok dan dapat membeli Pertalite dan solar.

"Yang terpenting adalah memastikan menjadi pengguna terdaftar di website MyPertamina, jika seluruh data sudah cocok maka konsumen dapat melakukan transaksi di SPBU dan seluruh transaksinya akan tercatat secara digital," jelas Alfian.

"Inilah yang kami harapkan, Pertamina dapat mengenali siapa saja konsumen Pertalite dan Solar sehingga ke depannya, bisa menjadi acuan dalam membuat program ataupun kebijakan terkait subsidi energi bersama pemerintah sekaligus melindungi masyarakat yang saat ini berhak menikmati bahan bakar bersubsidi," tutupnya.

Rencananya, uji coba awal pembelian Pertalite dan Solar menggunakan aplikasi ini akan dilakukan di beberapa kota/kabupaten yang tersebar di 5 provinsi antara lain Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT