ADVERTISEMENT

Alasan 11 Daerah Ini Wajib Daftar MyPertamina buat Beli Pertalite dan Solar

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Rabu, 29 Jun 2022 15:14 WIB
Warga menunjukan aplikasi MyPertamina saat mengisi bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Rabu (29/6/2022). PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, akan melakukan uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi, Pertalite dan Solar, secara terbatas bagi pengguna yang sudah terdaftar pada sistem MyPertamina, mulai 1 Juli mendatang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Pembelian BBM jenis Pertalite dan Solar akan dibatasi dengan cara diwajibkan mendaftar lebih dahulu di aplikasi MyPertamina. Uji coba awal akan dilakukan di 11 daerah seluruh Indonesia mulai 1 Juli 2022.

Adapun daerah yang wajib mendaftar MyPertamina ialah Kota Bukit Tinggi, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, Kota Banjarmasin, Kota Bandung, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Manado, Kota Yogyakarta, dan Kota Sukabumi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga SH C&T Irto Ginting mengungkapkan alasan dipilihnya 11 daerah untuk uji coba tahap awal. Salah satu pertimbangannya ialah dekat lokasi industri.

"Ada pertimbangan daerah yang dekat lokasi pertambangan/perkebunan dan industri," kata Irto kepada detikcom, Rabu (29/6/2022).

Selain itu, alasan lainnya ialah karena menyangkut kesiapan dari daerah yang dipilih. "Kesiapan infrastruktur dan kesiapan daerah," jelas Irto.

Namun, terlihat bahwa dalam daftar tersebut tidak tercantum satupun daerah Jabodetabek. Irto mengatakan, Jabodetabek akan menyusul kemudian. Pengumuman mengenai hal tersebut akan dirilis nanti.

Dengan kata lain, belum dapat dipastikan kapan tepatnya kebijakan tersebut diberlakukan di Jabodetabek. "Nanti menyusul," ujar Irto.

Di sisi lain, bagi para pembeli yang tidak memiliki aplikasi MyPertamina tak perlu khawatir, karena pendaftaran dapat diakses melalui website https://subsiditepat.mypertamina.id/. Link tersebut baru akan dibuka bersamaan dengan penerapan kebijakan baru itu, yakni pada 1 Juli mendatang.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT