ADVERTISEMENT

Timeline Kenaikan Harga LPG 12 Kg Hingga Tembus Rp 213.000

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 11 Jul 2022 16:41 WIB
PT Pertamina (Persero) dikabarkan akan menarik tabung biru Elpiji 12 kilogram (kg). Selanjutnya, Pertamina memasok ke konsumen tabung Bright Gas 12 kg.
Timeline Kenaikan Harga LPG 12 Kg Hingga Tembus Rp 213.000/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga LPG nonsubsidi per 10 Juli 2022 menjadi Rp 100.000 untuk Bright Gas 5,5 kg dan Rp 213.000 untuk Bright Gas 12 kg/Elpiji 12 kg. Kenaikan ini sudah kedua kalinya di 2022.

"Di tahun ini yang kedua, kita menaikkan secara bertahap untuk menjaga daya beli masyarakat," kata Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting kepada detikcom, Senin (11/7/2022).

Dirangkum detikcom, kenaikan ini merupakan ketiga kalinya yang dilakukan sejak Desember 2021. Tahun itu merupakan kenaikan pertama yang dilakukan setelah sejak 2017 tidak ada kenaikan.

"Iya betul sejak 2017 tidak ada kenaikan," ujar Irto saat dikonfirmasi.

Rincian Kenaikan Harga LPG Nonsubsidi:

6 Januari 2015

Berdasarkan pemberitaan detikcom pada 6 Januari 2015, saat itu Pertamina menaikkan harga Elpiji 12 kg menjadi Rp 11.225 per kg atau Rp 134.700 per tabung, dari sebelumnya Rp 9.575 per kg atau Rp 114.900 per tabung. Saat itu dikatakan setiap tiga bulan akan ada penyesuaian harga, bisa naik atau turun.

Kebijakan korporasi ini merupakan pelaksanaan Roadmap Penyesuaian Harga Elpiji 12 kg secara berkala, untuk menuju harga keekonomian sesuai dengan kaidah bisnis korporasi.

25 Desember 2021

Kenaikan LPG nonsubsidi pernah terjadi pada 25 Desember 2021 untuk merespons tren peningkatan harga pada Contract Price Aramco (CPA) yang terus naik. Kenaikannya berkisar Rp 1.600-2.600 per kg.

Dengan adanya kenaikan, saat itu harga gas ukuran 5,5 kg menjadi Rp 76.000 dari yang sebelumnya Rp 65.000 dan Elpiji 12 kg menjadi Rp 163.000 dari sebelumnya Rp 139.000.

27 Februari 2022

Pertamina kembali menaikkan harga LPG nonsubsidi dari Rp 13.500 per kg menjadi Rp 15.500 per kg. Kenaikan itu membuat harga jual Elpiji 12 kg di tingkat agen menjadi Rp 187.000, sedangkan Bright Gas 5,5 kg menjadi Rp 88.000.

Alasan kenaikan LPG nonsubsidi masih sama yakni karena mengikuti kenaikan harga (CPA). "Harga CPA memang masih tinggi meskipun belum ada perang Rusia Ukraina," tutur Irto.

10 Juli 2022

Harga LPG nonsubsidi kembali dinaikkan sekitar Rp 2.000 per kg. Kenaikan membuat harga Bright Gas 5,5 kg menjadi Rp 100.000 dan Bright Gas/Elpiji 12 kg menjadi Rp 213.000.

Perlu diingat bahwa harga di atas merupakan harga di tingkat agen. Harga jual di masyarakat sangat mungkin lebih tinggi jika membeli di warung eceran.

(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT