ADVERTISEMENT

Pertamina Siap Jadikan Digitalisasi sebagai Tulang Punggung Perusahaan

Hanifa Widyas - detikFinance
Selasa, 26 Jul 2022 19:00 WIB
Pertamina
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Pertamina telah membangun sistem operasional digital yang dikenal dengan Shared Services (SS). Direktur Utama Pertamina Persero Nicke Widyawati mengatakan pihaknya akan terus menggelorakan digitalisasi sebagai tulang punggung perusahaan di seluruh bisnis secara terintegrasi.

"Langkah pertama adalah membuat digitalisasi sebagai backbone. Dengan ini kegiatan operasional perusahaan bisa lebih cepat dan tim yang ada kita kerahkan untuk analisa data. Tanpa adanya digitalisasi pada backbone, maka proses bisnis akan terkendala pada eksekusi," ujar Nicke dalam keterangan tertulis, Selasa (26/7/2022).

Pada acara Shared Services Forum 2022 yang digelar secara hybrid di Ballroom Graha Pertamina, Senin (25/7), ia menambahkan pembentukan sistem tersebut merupakan tahap pertama. Tahap berikutnya adalah Pertamina akan pengukuran produktivitas kinerja hingga operasional.

"Next adalah fungsi shared service sebagai profit center, sehingga bisa berkontribusi ke market Pertamina dan bahkan Instansi lainnya. Dengan begitu, produktivitas efisiensi akan lebih berdampak kepada pencapaian Perusahaan. Jangan lupa untuk selalu kita melakukan benchmark dan mengukur sudah sejauh mana efektifitas dan impact-nya terhadap Perusahaan," imbuh Nicke.

Direktur Penunjang Bisnis Pertamina Persero Dedi Sunardi menjelaskan program Shared Service tidak terlepas dari perjalanan Pertamina untuk restrukturisasi organisasi holding dan subholding. Menurutnya, pekerjaan yang tidak efisien terjadi sebab banyak pekerjaan yang berulang. Untuk itu, lanjutnya, digitalisasi menjadi jawabannya.

"Oleh karenanya, kita bangun shared services secara bertahap. Dari program ini yang sudah dicapai adalah SLA (Service Level Agreement) layanan terhadap perwira. Mudah-mudahan SLA yang kita capai bisa terus ditingkatkan dan disempurnakan. Tujuan SS forum ini untuk meningkatkan engagement untuk stakeholder," ujar Dedi.

Sebagai informasi, Shared Services Pertamina saat ini merupakan salah satu SS yang terbesar di Indonesia. Sejak dibangun pada tahun 2018 hingga saat ini, Shared Services Pertamina telah memiliki 49 layanan dan telah implementasi di lebih dari 50 entitas bisnis.

(akn/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT