ADVERTISEMENT

Ngeri! Ini Skenario Terburuk Jika Harga Minyak Dunia Tembus US$ 200/Barel

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 27 Jul 2022 14:46 WIB
Drum BBM minyak.   dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Menteri ESDM Arifin Tasrif bicara mengenai skenario terburuk harga minyak dunia. Ia mengungkap, skenario terburuk harga minyak tembus US$ 200 per barel.

Dia mengatakan, jika harga minyak terus naik maka akan berdampak pada subsidi yang disalurkan pemerintah.

"Kalau nanti minyaknya ini kan kita ada dua skenario worst case sama good case sama normal. Kalau normal itu kan kita US$ 100, tapi kalau worst case itu bisa jadi US$ 200," katanya di JCC Senayan Jakarta, Rabu (27/7/2022).

"Kalau US$ 200 kaliin aja yang Rp 200 sekian triliun itu kali dua aja gampang-gampangnya gitu, ini yang harus kita antisipasi. Untuk itu memang kan kita harus tepat sasaran," katanya.

Dia mengatakan, pemerintah sendiri akan merevisi Peraturan Presiden Nomor 191 tahun 2014. Dalam revisi aturan ini akan memuat pengaturan pembelian Pertalite.

Rencananya, aturan yang baru itu keluar Agustus 2022. Dia bilang, pihaknya telah mengantongi izin prakarsa.

"Insya Allah (Agustus), kita harus kerja cepat ini. Item-itemnya sudah ada," tutupnya.

Simak juga Video: Krisis BBM, Warga di Sri Lanka Antre di Pom Bensin Sampai 4 Hari

[Gambas:Video 20detik]



(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT