ADVERTISEMENT

Siap-siap! Pembelian Pertalite di Jakarta Bakal Dibatasi

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Jumat, 29 Jul 2022 16:42 WIB
Warga menunjukan aplikasi MyPertamina saat mengisi bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Rabu (29/6/2022). PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, akan melakukan uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi, Pertalite dan Solar, secara terbatas bagi pengguna yang sudah terdaftar pada sistem MyPertamina, mulai 1 Juli mendatang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Warga DKI Jakarta yang biasa membeli BBM jenis Pertalite harus bersiap. Sebab dipastikan untuk pembelian Pertalite di Jakarta akan dibatasi.

Informasi itu terungkap dalam acara sosialisasi yang dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) Regional Jawa Bagian Barat melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Subsidi BBM Tepat Sasaran bersama jajaran Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta di Hotel Grand Tjokro Jakarta, Rabu (27/07/2022).

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, saat ini kondisi yang terjadi di lapangan masih adanya konsumen yang tidak berhak yang memanfaatkan dan mengkonsumsi Pertalite dan Solar.

Hal ini, lanjutnya, apabila tidak diatur akan menyebabkan berpotensinya kuota yang telah ditetapkan selama satu tahun tidak akan mencukupi atau tidak tepat sasaran.

"Suksesnya suatu program atau kegiatan tersebut apabila kegiatan tersebut tersosialisasi dengan baik dan diimplementasikan tepat sasaran. Indikatornya adalah data pendukungnya harus akurat untuk mencapai tepat saran," ujar Andri dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (29/07/2022).

Sementara itu, Region Manager Retail Sales Jawa Bagian Barat, Pierre Janitza Wauran mengatakan, dirinya berharap program pengaturan penjualan Pertalite ini dapat memberikan manfaat kepada Pemerintah Daerah berupa meningkatnya pendapatan daerah terkait dengan pemenuhan kewajiban perpajakan TNKB dan KIR serta peningkatan PBBKB dari meningkatnya penjualan BBM Non Subsidi.

"Selain itu, dengan berkurangnya pembeli yang tidak berhak, dapat membantu menjaga kuota penyaluran BBM subsidi yang terbatas ke masyarakat menjadi lebih baik serta berkontribusi dalam menghemat beban subsidi negara," kata Pierre.

Secara terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan menyampaikan bahwa bagi masyarakat, program ini akan memberikan kepastian mendapat BBM subsidi bagi konsumen yang berhak, masyarakat teredukasi dan paham terkait ketentuan penyaluran BBM subsidi, ungkap Eko.

"Kami juga mengharapkan dukungan dan bantuannya terkait sosialisasi dan edukasi dalam pelaksanaan Program Subsidi Tepat MyPertamina ini," tambah eko.

Perlu diketahui, dalam kegiatan sosialisasi sekaligus Focus Group Discussion (FGD) Subsidi BBM Tepat Sasaran ini, peserta diajak untuk bersama-sama mencoba melakukan pendaftaran kendaraan melalui website subsiditepat.mypertamina.id dan dapat juga menggunakan aplikasi mypertamina.

Kegiatan FGD ini dihadiri oleh jajaran Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diantaranya perwakilan dari Walikota dan Bupati di wilayah Administrasi DKI Jakarta, Kepala Badan dan Kepala Dinas di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, Para Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja, serta Transmigrasi dan Energi di seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta. Turut hadir Perwakilan PT Transportasi Jakarta, dan PT Jakarta Propertindo. Acara ini juga dihadiri Ketua Organda se Jabotabek dan Ketua Hiswana Migas DKI Jakarta.



Simak Video "Kata Warga soal Beli Pertalite Wajib Pakai Aplikasi MyPertamina"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT