ADVERTISEMENT

Arab Saudi cs Mau Rapat Dadakan, Harga Minyak Bisa Makin Murah?

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Selasa, 02 Agu 2022 11:32 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok
Ilustrasi/Foto: Reuters

Proyeksi Harga Minyak

OPEC memperkirakan bahwa permintaan minyak global akan meningkat pada 2023 meskipun lebih lambat dibandingkan tahun ini. Salah satunya alasannya berasal dari kemajuan China dalam menangani virus Corona di negara itu.

Sementara itu, Badan Energi Internasional AS (International Energy Agency/IEA) memperkirakan permintaan minyak terus meningkat kuat, meskipun ada kekhawatiran atas inflasi di beberapa negara dan melemahnya pertumbuhan ekonomi.

Hal ini menandakan, produsen minyak harus memompa minyak dengan kecepatan tercepat dalam lima tahun terakhir untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan, di mana tingkat pesanan tinggi, mengingat kendala kapasitas dan kurangnya investasi di hilir dan penyulingan.

"Ada banyak volatilitas di pasar tetapi tidak banyak orang yang memperkirakan penurunan berkelanjutan di bawah US$ 100 per barel," kata senior di Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington Ben Cahill.

Di sisi lain, harga BBM di AS telah menyentuh level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. AS telah melepaskan sekitar satu juta barel per hari dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) sejak April, sebagai bagian dari rencananya untuk menambah 180 juta barel ke pasar selama periode enam bulan hingga bulan Oktober.

Meskipun demikian, Cahill memperingatkan apabila pasokan dihentikan akan menjadi lebih sulit, dan berpotensi memberikan tekanan yang lebih besar pada harga.

"Kami masih belum melihat tanda-tanda investasi besar untuk meningkatkan produksi. Jadi, jika permintaan naik, kami tidak akan memiliki pasokan yang cukup untuk menyeimbangkan pasar" tambahnya.


(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT