ADVERTISEMENT

Akhirnya! Proyek Pipa Gas Cirebon-Semarang Dibangun Usai Mangkrak 15 Tahun

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 07 Agu 2022 15:42 WIB
Pipa Gas di PGN di Semarang
Ilustrasi/Foto: Dok.PGN
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai membangun Pipa Gas Cirebon-Semarang (CISEM) Tahap I untuk ruas Semarang-Batang. Proyek ini telah diinisiasi sejak 2006, namun pelaksanaannya selalu tertunda.

Akhirnya pemerintah mengambil alih pembangunannya menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek ini bagian dari rencana interkoneksi pipa transmisi antara jaringan pipa transmisi Sumatera, Jawa Bagian Barat dengan jaringan pipa transmisi Jawa Bagian Timur.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Noor Arifin Muhammad berharap ketersediaan pipa transmisi ruas Cirebon-Semarang dapat memberikan multiplier effect berupa pertumbuhan sektor rumah tangga, komersil, dan transportasi melalui jaringan distribusi gas bumi.

"Proyek pembangunan pipa transmisi CISEM ini diawali pada pembangunan Tahap I yaitu untuk ruas Semarang-Batang dan dilaksanakan melalui kontrak tahun jamak (multiyears contract) menggunakan dana APBN Tahun Anggaran 2022 dan Tahun Anggaran 2023," kata Arifin dalam keterangan tertulis, Minggu (7/8/2022).

Interkoneksi pipa gas CISEM diharapkan dapat memperkuat rantai suplai pasokan gas bumi dan dapat diakses masyarakat dengan harga terjangkau secara berkelanjutan, terutama untuk kebutuhan sektor industri eksisting di sepanjang jalur pipa dan kawasan-kawasan industri yang akan segera beroperasi di beberapa wilayah antara lain Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dan Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang di Jawa Tengah, serta kawasan industri lainnya yang sedang dalam proses perencanaan.

Berdasarkan hasil tender seleksi penyedia yang telah dilakukan oleh UKPBJ Kementerian ESDM, ditetapkan PT PP (Persero) yang bekerja sama dengan PT Elnusa Tbk (KSO PPElnusa) sebagai pemenang tender pembangunan pipa CISEM Tahap I. Penandatanganan kontrak dilaksanakan pada 17 Mei 2022 dengan pembiayaan melalui APBN Tahun Anggaran 2022 dan 2023, di mana pelaksanaan pekerjaan selama 15 bulan.

Pipa transmisi ini memiliki diameter pipa 20 inci untuk mentransmisikan gas bumi dengan kapasitas 116-235 MMSCFD sepanjang sekitar 62 km dari Stasiun ESDM Semarang di Tambakrejo, melalui jalan nasional di utara Kota Semarang hingga pintu tol Krapyak dan melalui ROW tol Semarang-Batang, hingga Stasiun ESDM Batang.

Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Integrasi, Koordinasi dan Interface Migas Nanang Untung mengungkapkan pemerintah telah memiliki perencanaan strategis untuk mengintegrasikan hulu, mid-stream dan hilir dalam rangka meningkatkan konsumsi gas domestik termasuk mengembangkan pasar gas bumi baru, salah satunya dengan pembangunan pipa Cirebon-Semarang.

"Pasokan gas bumi akan dapat ditransmisikan secara fleksibel melalui Pipa Cirebon Semarang sehingga dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gas dari Jawa Timur ke Jawa Barat atau sebaliknya. Pipa ini diharapkan akan memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mengembangkan pasar gas baru di daerah Jawa Tengah dan memanfaatkan gas bumi untuk kegiatan pendukung perekonomian yang lebih masif dan agresif," kata Nanang.

Sesditjen Migas selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Setyorini Tri Hutami menegaskan proyek pipa CISEM akan dilaksanakan secara tertib sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk menghindari KKN.

"Kementerian ESDM berkomitmen untuk melaksanakan ini sesuai peraturan perundangan yang berlaku dan mencermati supaya tidak terjadi kurang bayar yang akan merugikan badan usaha, ataupun kelebihan bayar yang dapat merugikan negara. Kalau tidak akurat, akan menghambat pelaksanaan tahun berikutnya. Sementara kita tahu, anggaran negara sangat terbatas," ujar Setyorini.



Simak Video "Kebocoran Pipa Gas Sudah Ditangani, Lalin MT Haryono Kembali Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT