ADVERTISEMENT

Arab Saudi Investasi di Perusahaan Energi Rusia Hampir Rp 50 Triliun

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 15 Agu 2022 08:42 WIB
Menteri Ekonomi: Jerman Bisa Lewati Musim Dingin Tanpa Gas Rusia
Foto: DW (News)
Jakarta -

Kingdom Holding Company (KHC) (4280.SE) mengumumkan telah berinvestasi di sejumlah perusahaan energi Rusia, mulai dari Gazprom (GAZP.MM), Rosneft (ROSN.MM) dan Lukoil (LKOH.MM). Dalam pernyataan perusahaan di Twitter, investasi itu dilakukan pada 22 Februari dan 22 Maret 2022 lalu.

Untuk diketahui, Kingdom Holding Company (KHC) merupakan perusahaan konglomerat Arab Saudi yang fokus pada investasi. Saat ini, investasi KHC telah meluas hotel, real estat, perbankan, media, media sosial, penerbangan, hiburan, hingga kini energi.

Investasi itu dilakukan saat negara barat tengah memberlakukan sanksi terhadap perusahaan energi Rusia setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari.

Adapun nilai dari investasi Kingdom Holding termasuk dalam program investasi tiga tahun perusahaan sebesar 12,8 miliar riyal atau US$ 3,4 miliar setara perusahaan Rp 49,8 triliun (kurs Rp 14.660/US$).

Rinciannya, KHC menginvestasikan 1,37 miliar riyal di Gazprom dan 196 juta riyal di Rosneft pada 22 Februari. Kemudian investasi senilai 410 juta riyal di Lukoil dari 22 Februari hingga 22 Maret.

Kingdom Holding adalah induk perusahaan yang sebagian besar dimiliki oleh Pangeran Saudi Alwaleed Bin Talal. Kemudian dana kekayaan negara Arab Saudi, Dana Investasi Publik (PIF), mengambil 16,87% saham di perusahaan tersebut pada bulan Mei.

Berkaitan dengan energi, Arab Saudi dan Rusia memimpin kelompok OPEC+, aliansi yang dibentuk pada 2017 antara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen seutu.



Simak Video "Bappebti Ungkap Penyebab Investasi Ilegal Makan Banyak Korban"
[Gambas:Video 20detik]
(ada/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT