ADVERTISEMENT

Kalau Pertalite Naik, Harganya Bisa Sampai Segini

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 19 Agu 2022 10:37 WIB
Pertalite Jadi Buruan di Parung Panjang
Kalau Pertalite Naik, Segini Harganya (Acmad Dwi Afiryadi/detikcom)
Jakarta -

Sinyal-sinyal harga BBM jenis Pertalite naik terus menguat. Pemerintah selalu menekankan bahwa saat ini harga Pertalite masih ditahan hingga menjadi beban APBN.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa tahun ini sektor energi menjadi tantangan. Untuk itu, pemerintah menyiapkan anggaran subsidi dan kompensasi sebesar Rp 502,4 triliun.

Airlangga mengatakan subsidi digelontorkan agar harga Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya Pertalite dan Pertamax tidak mengalami kenaikan atau bertahan di bawah harga keekonomian.

"Kita lihat harga keekonomian Pertamax Rp 15.150/liter, namun kita masih memberikan harga eceran Rp 12.500/liter, demikian pula Pertalite keekonomiannya Rp 13.150/liter, ecerannya masih Rp 7.650/liter," kata Airlangga dalam konferensi pers, pada Selasa (16/8) lalu.

Airlangga lantas membandingkan harga BBM di negara lain dengan Indonesia yang dinilai masih jauh lebih murah. "Thailand Rp 19.500/liter, Vietnam Rp 16.645/liter, Filipina Rp 21.352/liter, sehingga kita relatif di bawah dari negara ASEAN lain," ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan pernah mengatakan harga Pertalite seharusnya mencapai Rp 17.100 per liter. Hal itu diungkapkan Jokowi dalam Silaturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) yang disiarkan secara virtual pada Jumat, 5 Agustus lalu.

"Coba di negara kita bayangkan, kalau Pertalite naik 7.650 harga sekarang ini kemudian naik menjadi, harga yang bener adalah 17.100, demonya berapa bulan?" kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi berkali-kali menyebut bahwa beban APBN menanggung subsidi energi sudah terlalu berat. Karenanya, banyak yang menilai perlu jika harga Pertalite naik.

"Kita harus menahan harga Pertalite, gas, listrik, termasuk Pertamax, gede sekali. Tapi apakah angka Rp 502 triliun terus kuat kita pertahankan?," kata Jokowi di Istana Negara, Jumat (8/12/2022).

Subsidi Rp 502,4 triliun dirasa cukup besar dibandingkan dengan negara-negara lain. Terkait hal ini Jokowi tidak dapat memastikan apakah pemerintah mampu menahan harga-harga lewat subsidi atau tidak.

"Kalau bisa Alhamdulillah, artinya rakyat tidak terbebani. Tapi kalau APBN tidak kuat bagaimana? Negara lain harga BBM sudah Rp 17 ribu-Rp 18 ribu, naik 2 kali lipat semuanya. Ya memang harga keekonomiannya seperti itu," imbuhnya.

Sementara itu, di tempat yang berbeda Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia juga mengirimkan sinyal jika harga BBM subsidi akan naik. Dia menyebut angka subsidi bisa mencapai Rp 500 triliun sampai Rp 600 triliun.

"Sampai kapan APBN kita kuat menghadapi subsidi yang begitu tinggi? Jadi tolong sampaikan juga kepada rakyat, bahwa rasa-rasanya sih untuk menahan terus dengan harga BBM seperti sekarang, feeling saya sih harus siap-siap (harga Pertalite naik), kalau katakanlah kenaikan BBM itu terjadi," ungkapnya.

Simak Video: Jokowi: Bayangkan Kalau Pertalite Rp 17.100, Demonya Berapa Bulan?

[Gambas:Video 20detik]




(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT