ADVERTISEMENT

Driver Ojol & Kurir Mumet Kalau Harga Pertalite yang Naik

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Sabtu, 20 Agu 2022 09:30 WIB
Wacana penghapusan BBM jenis Premium dan Pertalite kian santer, meski belum diketahui pasti kapan hal itu terjadi. Tapi, tahu nggak sih kapan Pertalite itu ada? Selasa, (28/12/2021).
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan mata. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan kenaikan harga BBM pekan depan.

Kabar mengenai kenaikan harga BBM ini pun membuat waswas. Contohnya Daili Arisandi, pria yang sehari-hari menjadi kurir tidak setuju jika harganya naik nanti BBM Pertalite.

Pasalnya, Pertalite merupakan bahan bakar untuk masyarakat menengah ke bawah.

"Ya tidak setuju. Memang Pertalite kaum menengah bawah itu kan yang difavoritkan Pertalite. Tapi kalau menengah atas seharusnya tahu dirilah, pakai Pertamax," katanya kepada detikcom di SPBU kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (19/8/2022).

Sehari-hari, Daili membeli Pertalite 2 liter atau sekitar Rp 15 ribu. Bila harga Pertalite naik, kata dia, maka biaya operasionalnya akan semakin membengkak.

"Kalau bensin dinaikkan istilahnya bakal menjeritlah. Masa kita-kita kurir, ojek online. Ini juga orang-orang menengah ke atas kebanyakan pakai Pertalite. Kalau dibilang adil, ya nggak adil lah," katanya.

Hal senada diungkap Yusuf, pengemudi ojek online (ojol). Dia mengatakan jika yang naik nanti harga BBM Pertalite maka akan menambah pengeluarannya.

"Karena kalau Pertaltie (naik) otomatis mengurangi efisiensi kendaraan. Biasanya dapat 2 liter, kalau naik kan jadi berkurang," kata pria berjaket hijau hitam tersebut.

Yusuf bercerita uang Rp 50 ribu untuk sehari narik. Dalam sehari, ia biasanya memperoleh Rp 250 ribu dari melayani order penumpang. Artinya, setidaknya ia dalam sehari menerima pendapatan Rp 200 ribu setelah dikurangi bensin.

Jika Pertalite naik, maka pendapatan yang ia dapat sehari bisa berkurang. Padahal, pendapatan itu juga ia gunakan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari seperti makan, minum, dan lain-lain. "Rp 200 ribu bisa turun malah," ujarnya.

Yusuf berharap, pemerintah tidak menaikkan harga Pertalite. Sebab, masyarakat saat ini serba susah.

"Kalau saya harapannya buat pemerintah kalau bisa distabilin harganya karena rakyat tahu sendiri lagi kaya gini, lagi serba susah. Kalau bisa pemerintah bantu lah, jadi rakyat kecil dibantu kaya gini kan membantu banget buat ojol kalau distabilin lagi harga Pertalite," katanya.

Di halaman berikutnya tentang perjuangan mencari BBM Pertalite. Langsung klik

Simak juga Video: Jokowi: Bayangkan Kalau Pertalite Rp 17.100, Demonya Berapa Bulan?

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT