Top! PLN Raih Skor Tertinggi untuk Transformasi Digital

ADVERTISEMENT

Top! PLN Raih Skor Tertinggi untuk Transformasi Digital

Jihaan Khoirunnissa - detikFinance
Kamis, 25 Agu 2022 18:13 WIB
PLN
Foto: PLN
Jakarta -

PT PLN (Persero) meraih sertifikat INDI 4.0 dari dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Kemenperin memberikan skor 3.5 atas upaya transformasi digital yang dilakukan PLN.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan dari 28 BUMN yang hadir dalam penyerahan sertifikat INDI 4.0, PLN menjadi salah satu penerima sertifikat dengan poin tertinggi. Menurutnya, capaian skor 3.5 menjadi bukti PLN siap menghadapi era industri 4.0.

"Target 3.5 ini sebenarnya dicanangkan oleh Kementerian BUMN untuk tahun 2024. Tapi kami berhasil mencapainya tahun ini. Hal ini karena kami melakukan digitalisasi secara end to end. Mulai dari energi primer, pembangkit, transmisi, distribusi, retail, sampai beyond kWh," jelas Darmawan dalam keterangan tertulis, Kamis (25/8/2022).

Dalam acara Indonesia 4.0 Conference & Expo 2022 yang digelar di Jakarta, Rabu (24/8) kemarin, ia mengapresiasi upaya transformasi yang tengah dijalankan PLN. Ke depan pihaknya juga akan terus melakukan perbaikan, khususnya dalam pelayanan pelanggan melalui PLN Mobile.

"Sesuai arahan Pak Erick Thohir, PLN mendukung Indonesia 4.0, dengan melakukan inovasi, transformasi dan efisiensi. Inovasi dan transformasi ini platform nya digitalisasi. Value chain yang sangat panjang, dari pembangkitan dan transmisi hingga pelayanan pelanggan dari sistem keuangan, procurement. Kita end to end, kita digitalisasi. Kita bangga hari ini dapat acknowledgement ini," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kemenperin Doddy Rahadi menilai upaya PLN dalam melakukan transformasi digital adalah langkah adaptif dan responsif untuk menjawab tantangan global. Dikatakan Doddy, hal tersebut terlihat dari SuperApps PLN Mobile yang dinilainya mempermudah pelanggan dalam mengakses layanan kelistrikan.

Di samping itu, Doddy juga mengapresiasi langkah digitalisasi PLN, sehingga operasional kelistrikan menjadi lebih andal dan efisien.

"Untuk itu, kami menilai, PLN layak mendapatkan skor 3.5. Yang mana sebenarnya target 3.5 ini merupakan target capaian di 2024 mendatang, dan PLN sudah mampu mengakselerasi target tersebut di tahun ini," ujar Doddy.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Dody Widodo menjelaskan saat ini sektor industri menghadapi sejumlah tantangan imbas dari pandemi COVID-19 serta konflik global. Karena itu ia mendorong implementasi digitalisasi 4.0 di industri sebagai solusi dalam menghadapi tantangan tersebut.

"Untuk tahun 2023 kami akan mendorong 7 sektor industri utama mengimplementasikan program 4.0 sebagai alat pendukung bisnisnya. Kami optimistis ini akan meningkatkan perekonomian kita. Mengingat dalam pandemi kemarin secara makro sektor industri tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi," paparnya.

Hal senada disampaikan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Tedi Bharata. Tedi menyebut Kementerian BUMN terus menggenjot transformasi digital agar bisnis dan pelayanan bisa terangkai secara efisien dan real time.

"Arahan Pak Menteri Erick Thohir jelas, kita harus berbenah dan melakukan transformasi digital. PLN ini perannya sangat sentral dan fundamental sehingga harus siap menghadapi era industri 4.0. PLN perannya besar sekali dengan SPKLU, mobil listrik, kendaraan listrik, hingga suplai daya listrik kan," tuturnya.



Simak Video "PLN Nyatakan Pasokan Listrik di Puncak KTT G20 Dalam Kondisi Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT