Eropa Krisis Energi, PTBA Ekspor Batu Bara ke Italia 140 Ribu Ton

ADVERTISEMENT

Eropa Krisis Energi, PTBA Ekspor Batu Bara ke Italia 140 Ribu Ton

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 26 Agu 2022 13:58 WIB
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (14/1/2022). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan target produksi batu bara 2022 mencapai 663 juta ton yang diperuntukkan untuk konsumsi domestik/domestik market obligation (DMO)  sebesar 165,7 juta ton sedangkan sisanya 497,2 juta ton akan mengisi pasar ekspor. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/rwa.
Ilustrasi Batu Bara/Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Jakarta -

Krisis energi melanda Eropa imbas perang Rusia dan Ukraina. Kini, negara-negara di benua biru mulai mencari energi alternatif, salah satunya batu bara yang membuat permintaan meningkat.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) selaku perusahaan pelat merah pengelola tambang batu bara pun mengaku mulai memanfaatkan kondisi pasar batu bara. PTBA mulai mengekspor batu bara ke Eropa.

Menurut Direktur Utama Bukit Asam Arsal Ismail, saat ini pihaknya sudah melakukan ekspor batu bara ke Italia. Ekspor dilakukan melalui trader yang ada di Italia.

"Kami juga manfaatkan ya, sudah ada kontrak dari mereka sudah realisasi kami ke Italia, kalau nggak salah. Itu dengan capsize di atas 100 ribu kapalnya," sebut Arsal dalam konferensi pers di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Jumat (26/8/2022).

"Italia itu tadi dua kapal berapa, 140 ribu ton. Kurang lebih ya di semester I. Itu baru, new buyer," sebutnya.

Sejauh ini ada beberapa negara Eropa lainnya yang juga sudah mencolek PTBA untuk penjualan batu bara. Namun, Arsal tak mau buru-buru menerimanya. Negosiasi harga masih harus dilakukan.

Belum lagi, kebanyakan negara-negara Eropa meminta kuantitas batu bara yang banyak. Sedangkan pihaknya harus memastikan juga pasokan cukup untuk dalam negeri.

Apalagi, di dalam negeri ada kewajiban DMO. Setidaknya dari 100% produksi batu bara PTBA, hanya 40% di antaranya yang bisa diekspor.

"Poland dan Jerman ini masih proses karena masalah harga. Sama size-nya dan kuantiti. Mereka umumnya minta jangka panjang, paling nggak setahun. Nah kita sudah terikat dengan kontrak yang sekarang juga," sebut Arsal.

Arsal juga bilang selama ini permintaan pembelian dari Eropa kebanyakan butuh kualitas batu bara dengan kalori tinggi. Pihaknya tak memiliki barang tersebut dalam jumlah besar.

"Mereka ini yang juga jadi kendalanya adalah butuh kalori tinggi 6.000 up. Kita punya, cuma kan nggak banyak," kata Arsal.

Selain Eropa, Arsal bilang Bukit Asam juga masih fokus memasok batu bara ke beberapa negara lainnya. Kebanyakan pembeli besar batu bara perusahaannya adalah negara Asia, mulai dari China, India, Thailand, hingga Vietnam.

(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT