Libya, Negara 'Bandar' Minyak yang Tengah Alami Konflik Berdarah

ADVERTISEMENT

Libya, Negara 'Bandar' Minyak yang Tengah Alami Konflik Berdarah

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 28 Agu 2022 12:30 WIB
This picture shows damage in the area of an overnight gunbattle in Tripolis suburb of Ain Zara, on July 22, 2022. - At least nine Libyan civilians were killed overnight in heavy clashes between militias in the capital Tripoli, the emergency services said. (Photo by Mahmud Turkia / AFP) (Photo by MAHMUD TURKIA/AFP via Getty Images)
Foto: Mahmud Turkia/AFP/Getty Images
Jakarta -

Kabar mengejutkan datang dari Libya. Negara itu dikabarkan tengah mengalami konflik bersenjata antara pendukung dua pemerintah yang bersaing. Konflik itu menewaskan 12 orang dan 76 orang terluka.

Ada dua kubu yang memperebutkan pemerintahan Libya. Tidak heran itu terjadi sebab Libya sebenarnya negara yang kaya.

Salah satu kekayaan Libya adalah minyak. Libya merupakan salah satu negara anggota OPEC, dan merupakan produsen minyak terbesar kedua benua Afrika.

Pada 2008 cadangan minyak mentah Libya mencapai 42 miliar barel dan total produksi 1,7 juta barel per hari. Bahkan pada tahun itu Libya termasuk negara yang memasok minyak mentah ke Indonesia selama 20 tahun.

Libya memasok minyak mentah ke Indonesia minimal 50 ribu barel per hari (bph) dan ditingkatkan menjadi 200 ribu bph mulai 2013. Mereka memasok melalui National Oil Corporation (NOC), sebuah BUMN di Libya.

Melansir Reuters, Minggu (28/8/2022), NOC mengeluarkan data terbaru. Total produksi Libya saat ini mencapai 860 ribu bph, namun akan ditingkatkan lagi mencapai 1,2 juta bph.



Simak Video "Detik-detik Gedung Parlemen di Libya Dibakar Massa"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT