Sri Mulyani Ungkap Subsidi Energi Tahun Depan Rp 340 T, Ini Alasannya

ADVERTISEMENT

Sri Mulyani Ungkap Subsidi Energi Tahun Depan Rp 340 T, Ini Alasannya

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 07 Sep 2022 22:56 WIB
Sri Mulyani: Pertamina Punya Tanggung Jawab Besar Jadi Pilar Zero Emissions
Foto: Dok. Istimewa: Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi jumlah subsidi energi 2023 bisa mencapai Rp 340 triliun. Pemicunya tak lain gejolak harga minyak dunia.

Anggaran Rp 340 triliun adalah estimasi jika harga minyak dunia berkisar US$ 90/barel. Anggaran ini ditetapkan dalam Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023.

"Subsidi yang kita akan sediakan di tahun depan masih cukup signifikan, lebih dari Rp 340 triliun. Asumsinya bahwa harga minyak akan ada di kisaran US$ 90," ujar Sri Mulyani dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2022 "Normalisasi Kebijakan Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia", Rabu (7/9).

Menurut Sri Mulyani, ketidakpastian harga minyak mentah terus dipertimbangkan pemerintah dan DPR. Dalam memprediksi harga minyak, Sri Mulyani mengacu pada data lembaga internasional seperti Bloomberg Konsensus.

"Mereka akan proyeksikan seperti apa. Mungkin kita akan lihat Bloomberg konsensus. Kita juga lihat dari banyak sekali outlook yang dilakukan," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani kembali menyinggung APBN yang mencapai lebih dari 3 ribu triliun, naik dari sebelumnya 2,7 ribu triliun. Menurutnya hal ini murni disebabkan karena pemerintah menaikkan subsidi BBM dari Rp 152 triliun ke Rp 502 triliun.

Belum lagi ada perubahan kurs dolar dari prediksi awal Rp 14.450 menjadi Rp 14.800. Meskipun ada penurunan, rata-rata harga minyak berada masih di kisaran US$ 100/barel.

"Subsidi BBM yang naik hingga Rp 502 triliun nggak cukup, kemungkinan naiK Rp 640 triliun- Rp 680 triliun tergantung harga minyak. Kita berharap space itu memungkinkan," ujarnya.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT