3 Gubernur di Sulawesi Tolak Perpanjang Kontrak, Bos Vale Buka Suara

ADVERTISEMENT

3 Gubernur di Sulawesi Tolak Perpanjang Kontrak, Bos Vale Buka Suara

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 13 Sep 2022 21:35 WIB
Tambang nikel PT Vale di Soroako, Sulawesi Selatan
Foto: Eduardo Simorangkir: Tambang nikel PT Vale di Soroako, Sulawesi Selatan
Jakarta -

PT Vale Indonesia Tbk mendapatkan penolakan keras dari pemerintah daerah di Sulawesi soal perpanjangan izin kontrak karya (KK) di beberapa fasilitas tambang nikel. Kontrak karya PT Vale berakhir pada Desember 2025 mendatang sejak izin pertambangannya sudah berlangsung sejak 1968.

Ada pun 3 wilayah operasi PT Vale di Sulawesi, yakni di Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), dan Sulawesi Tengah (Sulteng). Nah 3 gubernur dari provinsi-provinsi tersebut kompak menolak perpanjangan izin kontrak karya Vale.

Direktur Utama Vale Indonesia Febriany Eddy pun buka suara soal penolakan dari kepala daerah. Sejauh ini dia tak masalah bila ada penolakan, menurutnya hal itu masuk ke dalam kebebasan berpendapat.

Hanya saja, bila ada kekurangan dari perusahaan, dia meminta para kepala daerah untuk membicarakan baik-baik dengan perusahaan. Febri menjamin perusahaan akan terbuka untuk semua masukan.

"Kalau penolakan, begini kan ini negara yang bebas berpendapat, silakan berpendapat. Tapi, kami harap pemerintah terus dukung. Kalau ada kurangnya kami, kami mohon diberi tahu dan mari perbaiki bersama," kata Febri dalam konferensi pers di Hotel Park Hyatt, bilangan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2022).

Febri menjelaskan sejauh ini pihaknya akan fokus memenuhi semua kewajiban perusahaan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan begitu, Febri yakin pemerintah, baik di pusat maupun daerah, mau memberikan dukungan kepada pihaknya.

"Kami yakin pemerintah akan jaga iklim investasi. Pemerintah akan berikan kami kenyamanan untuk lanjutkan semua program kami," sebut Febri.

Dia pun mengakui pihaknya memang tak sempurna dalam melakukan banyak hal, dia pun mengakui bisa saja masih ada kekurangan yang dilakukan Vale selama beroperasi. Maka dari itu, dirinya kembali meminta semua pihak untuk bersama-sama berdialog untuk mengatasi kekurangan tersebut.

"Kami menyadari tidak ada yg sempurna. Kalau seandainya ada dari pemerintah bilang kurang, kami akan berdialog. Kita mau buka diskusi, masukannya apa? Kita kaji dan cari solusi bersama dan bisa berkarya untuk bangsa kita," ungkap Febri.

Apa saja faktor pemicu penolakan terhadap Vale? Langsung klik halaman berikutnya



Simak Video "Melihat Proses Pembuatan Sambu, Tenun Warisan Leluhur di Mamasa"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT