2 Alasan RI Tak Kunjung Beli Minyak Rusia Akhirnya Terkuak

ADVERTISEMENT

2 Alasan RI Tak Kunjung Beli Minyak Rusia Akhirnya Terkuak

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Sabtu, 17 Sep 2022 07:30 WIB
Mengapa Harga Minyak Mentah di Pasaran Dunia Anjlok dan Apa Dampaknya?
Foto: DW (News): Ilustrasi harga minyak
Jakarta -

Indonesia hingga saat ini belum membeli minyak dari Rusia. Ada dua alasan yang membuat Indonesia belum membeli minyak Rusia yang konon harganya murah.

Pertama, produknya minyak murah tersebut belum ada. "Belum ada yang kebeli karena barangnya belum ada," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif di Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (16/9/2022) kemarin.

Saat ditanya apakah Indonesia akan beli atau menyatakan minat, Arifin belum memberikan statement yang jelas. Dia hanya menuturkan, selama ada minyak murah akan dibeli.

"Kalau ada minyak murah, dari mana saja ya dibeli dong," ujarnya.

Kedua, Arifin mengatakan ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan yaitu reaksi kelompok negara G7.

"Nah itu yang harus diperhatikan juga, bukan Amerika, G7 plus," tutur Arifin.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah mempertimbangkan untuk membeli minyak dari Rusia, seperti India dan China. Hal ini dilakukan untuk mengimbangi tekanan kenaikan biaya energi di Indonesia.

"Semua opsi selalu kami pantau. Jika ada negara (dan) mereka memberikan harga yang lebih baik, tentu saja," kata Jokowi, dikutip melalui CNA (12/9).

Sebagai informasi, soal tawaran minyak murah Rusia awalnya diungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Sandiaga sempat buka-bukaan soal Rusia menawarkan minyak murah ke Indonesia.

Menurut pria yang beken disapa Sandi itu, harga minyak Rusia lebih murah 30% dari harga di pasar internasional.

"Tapi Rusia kan nawarin ke kita, 'eh mau nggak, India udah ngambil nih minyak kita nih, harganya 30% lebih murah dari harga pasar internasional'. Kalau buat temen-temen CEO Masterplan ambil nggak? Pak Jokowi pikir yang sama, ambil," katanya dalam akun Instagram pribadinya @sandiuno, Sabtu (20/8/2022).

Namun ada beberapa pertimbangan terkait rencana impor ini. Salah satunya kekhawatiran beberapa pihak terkait potensi diembargo Amerika Serikat.

"Ada yang nggak setuju karena takut. 'Wah nanti gimana diembargo Amerika'. Ya biarin aja lah. Kalau kita diembargo paling kita nggak bisa makan McDonald," sambungnya.

(acd/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT