Survei Membuktikan! Kelompok Ini Paling Banyak yang Tolak BBM Naik

ADVERTISEMENT

Survei Membuktikan! Kelompok Ini Paling Banyak yang Tolak BBM Naik

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 18 Sep 2022 20:28 WIB
Organda di Subang naikan ongkos imbas harga BBM naik.
Foto: Dwiky Maulana Vellayati/detikJabar
Jakarta -

Mayoritas respoden yang disurvei Indikator Politik Indonesia menolak kenaikan harga BBM. Dari survei tersebut, porsi perempuan yang menolak kenaikan BBM lebih besar dibanding laki-laki, serta semakin muda responden semakin besar porsinya yang menolak kenaikan harga BBM.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, berdasarkan survei 25-31 Agustus 2022 sebanyak 71,8% responden tahu rencana kenaikan harga BBM. Kemudian, persentase itu meningkat menjadi 90,7% dalam survei yang dilakukan 5-10 September 2022 atau setelah harga BBM naik.

Berikutnya, persentase masyarakat yang setuju dengan kenaikan BBM meningkat dari sekitar 18% menjadi sekitar 24% berdasarkan survei setelah kenaikan BBM.

"Kita bisa punya tafsir di sini apakah karena sudah menjadi kebijakan akhirnya masyarakat nggak punya pilihan lain kecuali setuju, ataukah argumen pemerintah berkaitan dengan kenaikan harga BBM sebagian sudah mulai diterima oleh sebagian masyarakat," jelasnya seperti dikutip dari Indikator Politik Indonesia, Minggu (18/9/2022).

Sementara, mayoritas responden menolak kenaikan harga BBM. Sebelum harga BBM naik, jumlah responden yang kurang setuju 33,6% dan tidak setuju sama sekali 45,1%. Jika diakumulasi sebanyak 78,7%

Setelah harga BBM naik, sebanyak 36,4% kurang setuju dan 37,9% tidak setuju sama sekali. Jika ditotal, maka sebanyak 74,3%.

"Overall yang tidak setuju masih sangat besar, di saat rencana kenaikan 78% menolak, kurang setuju atau tidak setuju sama sekali," imbuhnya.

Berdasarkan gender, untuk laki-laki yang setuju kenaikan harga BBM 30,9% dan yang menolak sebanyak 67,2%. Sementara, untuk perempuan sebanyak 17,2% setuju dan 81,4% menolak.

"Yang tidak setuju lebih banyak perempuan ketimbang laki-laki, uang belanja tidak bertambah tapi inflasi, sebagian ibu rumah tangga nggak setuju, meskipun laki-laki nggak setuju juga mayoritas," ujarnya.

Berdasarkan usia, yang menolak kenaikan BBM untuk usia di bawah 21 tahun sebanyak 86,6%, usia 22-25 tahun sebanyak 78,9%, usia 26-40 tahun sebanyak 75,5%, usia 41-55 tahun sebanyak 72,7%, dan di atas 55 tahun sebanyak 64,8%.

(acd/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT