ADVERTISEMENT

Daftar Pemasok Kompor Induksi, Ada Perusahaan Orang Paling Tajir se-RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 21 Sep 2022 16:53 WIB
Ilustrasi kompor induksi, kompor listrik
I;lustrasi Kompor Induksi atau Kompor Listrik. Foto: Getty Images/iStockphoto/brizmaker
Jakarta -

Kompor induksi bakal segera digunakan secara masif di Indonesia untuk menggantikan kompor gas LPG. Kementerian Perindustrian menyatakan sederet perusahaan sudah siap memasok kompor induksi ke tengah masyarakat.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier mengatakan dari sisi industri saat ini hanya menunggu kepastian spesifikasi yang akan ditentukan. Nantinya, mulai dari 2023 dan seterusnya industri dalam negeri dapat memproduksi sekitar 5 juta perangkat kompor induksi.

"Begitu ada kepastian spesifikasi jenis daripada kompor induksinya, itu beberapa perusahaan yang existing memproduksi kompor listrik akan menambah land investasinya khusus di kompor induksi," ujar Taufiek dalam rapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (21/9/2022).

Dalam paparan Taufik, sudah ada 5 perusahaan yang menyatakan minat untuk memproduksi kompor induksi dengan kapasitas 300 ribu hingga 1,2 juta per tahun.

Rinciannya, di 2023 nanti PT Adyawinsa Electrical and Power akan memproduksi 1,2 juta perangkat, PT Maspion Elektronik akan memproduksi 300 ribu perangkat, dan PT Hartono Istana Teknologi akan memproduksi 1 juta perangkat.

Selanjutnya, ada PT Selaras Citra Nusantara Persada akan memproduksi 300 ribu perangkat, serta PT Sutrado memproduksi 1 juta perangkat.

Sementara itu masih ada sekitar 6 perusahaan lain yang berminat memproduksi kompor induksi, namun belum menyatakan kemampuan kapasitas. Rinciannya adalah PT Rinnai Indonesia, PT Star Cosmos, PT Sanken Argadwija, PT Kencana Gemilang, PT Teka P&T International, dan PT Winn Appliance.

Yang unik, PT Hartono Istana Teknologi atau yang akrab di telinga masyarakat dengan sebutan Polytron adalah perusahaan milik orang terkaya di Indonesia. Tepatnya, Hartono bersaudara.

Polytron merupakan sebuah perusahaan elektronik yang didirikan pada tanggal 16 Mei 1975 di Kudus, Jawa Tengah dengan nama PT Indonesian Electronic & Engineering. Perusahaan ini merupakan perusahaan non-rokok pertama yang dimiliki oleh Hartono bersaudara, dengan modal berdiri Rp 50 miliar.

Awalnya, kerjasama dibangun dengan Philips dan Salora dalam bentuk transfer teknologi. Produk pertama yang dikeluarkan perusahaan ini adalah televisi (hitam putih) pada 1979, yang sampai sekarang masih menjadi produk utamanya.

Robert Budi Hartono dan Michael Hartono hingga kini masih menjadi orang terkaya nomor 1 di Indonesia. Dalam catatan detikcom, berdasarkan laporan daftar orang terkaya Forbes 2021 kekayaan keduanya mencapai US$ 42,6 miliar atau sekitar Rp 639 triliun (dalam kurs Rp 15.000).



Simak Video "Konversi Elpiji 3 Kg ke Kompor Listrik Tak Dilakukan Tahun Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT