ADVERTISEMENT

Kapan DME Gantikan LPG? Erick Thohir: Masih 2028, Nggak Usah Diributin

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 23 Sep 2022 16:39 WIB
Menteri BUMN RI Erick Thohir dan Komisi VI DPR menggelar rapat kerja membahas pelaksanaan pembelian Vaksin COVID-19.
Menteri BUMN Erick Thohir/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Dimetil eter alias DME direncanakan menggantikan LPG untuk memasak. DME merupakan hasil dari gasifikasi dari batu bara berkalori rendah.

Namun, nampaknya rencana DME untuk menggantikan LPG baru terealisasi dalam waktu yang cukup lama. Menteri Badan Usaha Milik negara (BUMN) Erick Thohir bilang DME rencananya bisa dipakai masyarakat mulai 2028. Jadi menurutnya masyarakat tak perlu heboh dengan penggantian LPG menuju DME.

"Kalau ditanya kapan pak Erick? Masih 2028, masih proses, jadi nggak usah diribut-ributin sesuatu yang tidak perlu diributkan," kata Erick kepada wartawan dalam acara Pasar Murah di Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (23/9/2022).

Menurutnya, DME akan jauh berbeda dengan LPG, bisa jadi pemakaian DME lebih hemat dari LPG karena tak perlu diimpor. Pasalnya, Indonesia merupakan salah satu negara dengan produksi dan cadangan batu bara terbesar di dunia.

"Gas DME ini tidak perlu impor, karena kita negara dengan produksi batu bara terbesar di dunia," sebut Erick.

Pengembangan DME di Indonesia = ditandai dengan groundbreaking pabrik pengolahan DME di Muara Enim, Sumatera Selatan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Januari 2022 lalu.

PT Bukit Asam Tbk atau PTBA menjadi salah satu yang ditugaskan untuk membangun pabrik pengolahan gasifikasi batu bara bersama Air Products, perusahaan Amerika Serikat (AS). Sementara itu, PT Pertamina (Persero) bakal menjadi pihak yang mengurus di hilirnya, termasuk pendistribusiannya.

Nah, Direktur Utama PTBA Arsal Ismail sebelumnya pernah mengatakan pada 2026 rencananya fasilitas pemurnian itu selesai digarap. Sejalan dengan itu produksi DME bisa langsung dilakukan. Namun, menurut Erick Thohir, DME baru bisa diproduksi masif dan digunakan masyarakat mulai 2028.

Menurut Arsal, sampai saat ini fasilitas hilirisasi batu bara jadi DME masih dalam tahap administratif dan pengujian setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Januari 2022 lalu. Nah kemungkinan, progres fisik baru bisa dilakukan tahun depan.

Pembangunan fisik kemungkinan memakan waktu tiga tahun, makanya di tahun 2026 ditargetkan DME bisa diproduksi dan menjadi pengganti LPG.

"Kalau sesuai timeline kita, kan pembangunan kurang lebih tiga tahun, kalau tahun depan sudah mulai diharapkan 2026 sudah hasilkan produk DME itu," sebut Arsal di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Jumat (26/8/2022) yang lalu.

(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT