PGN Mau Sambung 400 Ribu Jargas, Arcandra Tahar Ungkap Jurusnya

ADVERTISEMENT

PGN Mau Sambung 400 Ribu Jargas, Arcandra Tahar Ungkap Jurusnya

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 28 Sep 2022 14:49 WIB
Komisaris Utama PGN Arcandra Tahar-Aulia Damayanti (detikcom)
Foto: Komisaris Utama PGN Arcandra Tahar-Aulia Damayanti (detikcom)
Nusa Dua -

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menargetkan bisa menyambung 400.000 jaringan gas rumah tangga pada 2022. Komisaris Utama PGN, Arcandra Tahar mengatakan pihaknya membuka peluang kerja sama kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMD) untuk menggenjot pembangunan jaringan gas rumah tangga.

Arcandra menjelaskan, konsep untuk membangun jaringan gas ini ada dua, yakni dibangun oleh PGN sendiri dan kerja sama dengan badan usaha lainnya. Dengan begitu, ia melanjutkan pembangunan bisa lebih banyak dan cepat.

"Konsepnya ada yang dibangun PGN sendiri mandiri, ada kerja sama dengan badan usaha bagi BUMD lain, juga bentuk-bentuk lain, jadi jaringan gas ini secara masif kita bangun di Indonesia," jelasnya saat ditemui setelah acara Global Future Fellows 2022 di Nusa Dua, Bali, Rabu (28/9/2022).

"Jadi terbuka lagi PGN dalam hal kerja sama dalam hal membangun jaringan gas ini," tambahnya.

Arcandra juga mengatakan selain membangun jaringan gas ke rumah tangga, PGN juga gencar membangun gas alam seperti Liquefied Natural Gas (LNG) dan Compressed Natural Gas (CNG) di berbagai daerah.

"Kita fokus di mana energi gas bisa digunakan. CNG iya, jaringan gas ke rumah rumah itu juga, LNG juga. Semua bentuk penggunan energi gas lebih luas kita usahakan menjadi inisiatif," jelasnya.

Komisaris PGN Warih Sadono dan Christian Siboro menyampaikan sesuai Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), pembangunan jaringan gas ditujukan bagi 4,7 juta sambungan rumah tangga atau setara 0,7 juta ton LPG pada tahun 2025. PGN sendiri siap membangun jargas sebanyak 1 (satu) juta sambungan rumah tangga (SR) secara bertahap.

"Benefit jaringan gas 4,7 juta sambungan rumah tangga adalah dapat menyerap 390 ribu tenaga kerja, mengurangi impor LPG sampai dengan 676 juta kg, menghemat anggaran negara sampai dengan Rp 6,58 Triliun per tahun, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Gas bumi juga dinilai sebagai bahan bakar fosil yang paling bersih. Pemanfaatan 1 juta SR per tahun dapat mengurangi emisi karbon sampai dengan 60.000 ton CO2 per tahun," ujar Christian.

"Selain kolaborasi dengan pemerintah, PGN juga berkolaborasi dengan BUMD maupun mitra swasta lainnya, baik melalui pipa maupun non pipa. Upaya bersama ini merupakan salah satu langkah untuk mengoptimasi pemanfaatan kekayaan gas bumi domestik. Penggunaan gas bagi konsumsi rumah tangga, tidak membebani neraca perdagangan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional," imbuh Warih.



Simak Video "Detik-detik Pipa Gas Bocor di Lokasi Proyek Tol Layang Cakung"
[Gambas:Video 20detik]
(ada/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT