Krisis Energi di Jerman, Warga Diwanti-wanti Hemat Gas

ADVERTISEMENT

Krisis Energi di Jerman, Warga Diwanti-wanti Hemat Gas

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 29 Sep 2022 23:03 WIB
A public advertise from Rhine erngie AG about how to use washing maschine acurately in order to saving energy is seen in Cologne, Germany on August 30, 2022 (Photo by Ying Tang/NurPhoto via Getty Images)
Ilustrasi krisis energi di Jerman/Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jakarta -

Otoritas Jerman meminta rumah tangga dan perusahaan hemat menggunakan gas hingga 20%. Hal ini dilakukan untuk mencegah krisis energi pada musim dingin ini.

Imbauan itu diminta karena dalam seminggu terakhir rumah tangga dan perusahaan di Jerman terlalu banyak menggunakan gas. Berdasarkan data dari Bundesnetzagentur (Federal Network Agency) (BNetzA), konsumsi gas jauh di atas rata-rata, meningkat 14,5% dibandingkan dengan rata-rata untuk 2018-2021.

Presiden BNetzA, Klaus Mueller, menyebut peningkatan perlu diperhatikan serius. Meskipun ia juga menjelaskan bahwa situasi ke depan bisa saja berubah.

"Tanpa penghematan yang cukup besar, juga di sektor swasta, akan sulit untuk menghindari kekurangan gas pada musim dingin ini," terang Klaus Mueller, dikutip dari Bloomberg, Kamis (29/9/2022).

Mueller menyarankan tiga upaya yang perlu dilakukan pemerintah Jerman agar terhindar dari krisis energi di musim dingin. Menurutnya pertama harus bisa dipastikan bahwa proyek yang digagas untuk mendongkrak impor gas, seperti terminal terapung untuk gas alam cair, harus dilaksanakan.

Kemudian, pasokan gas di negara tetangga juga harus tetap stabil. Terakhir masyarakat sementara ini diminta untuk menghemat penggunaan gas.

"Meski semakin dingin menjelang musim dingin, seraya menambahkan bahwa itu akan tergantung pada masing-masing individu," tuturnya.

Saat ini kondisinya memang Jerman telah jatuh ke dalam krisis energi. Hal itu disebabkan karena perang antar Rusia dan Ukraina. Padahal Jerman merupakan negara yang bergantung impor gas dari Rusia selama beberapa dekade terakhir.

(ada/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT