Misteri Antrean BBM VIVO Masih Mengular Meski Harganya Lebih Mahal Terjawab

ADVERTISEMENT

Misteri Antrean BBM VIVO Masih Mengular Meski Harganya Lebih Mahal Terjawab

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Jumat, 30 Sep 2022 06:16 WIB
Pengendara mengantre bahan bakar minyak (BBM) di SPBU VIVO, Jakarta, Selasa (27/9/2022). PT VIVO Energy Indonesia atau pengelola SPBU VIVO menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Revvo 89. Harga BBM VIVO itu naik hingga Rp 700 per liter.
Misteri Antrean BBM VIVO Masih Mengular Meski Harganya Lebih Mahal Terjawab/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Antrean sepeda motor masih mengular di SPBU VIVO meski harga BBM-nya sudah lebih tinggi dibandingkan Pertalite. Ada apa ya?

Awal mula ramainya SPBU VIVO ketika harga Pertalite (90) naik menjadi Rp 10.000 per liter dari Rp 7.650 per liter. Masyarakat menyerbu SPBU berwarna biru itu untuk membeli Revvo 89 yang saat itu dijual Rp 8.900 per liter.

Namun, tidak lama kemudian VIVO menaikkan harga Revvo 89 menjadi Rp 10.900 per liter dan terbaru naik lagi menjadi Rp 11.600 per liter. Akan tetapi, kenaikan harga BBM VIVO ini tidak menyurutkan antrean sepeda motor di SPBU.

Salah seorang driver ojek online (ojol), Rahmat mengaku dirinya beralih ke VIVO karena dirasakan konsumsi BBM lebih irit. Bahkan, ia pernah mencoba untuk membandingkan konsumsi Revvo 89 dan Pertalite pada motornya.

"Saya pernah coba membandingkan. Pagi saya Rp 30.000 Pertalite, terus kayak biasa narik. Kalo nggak kena jalur macet, ya segituan cukup untuk 30-33 km-an. Kalau Revvo 89, di saya bisa 35-38 km-an," terang Rahmat kepada detikcom saat ditemui di salah satu SPBU VIVO, Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Awalnya, informasi ini ia dapatkan dari rekannya hingga akhirnya Rahmat membuktikannya sendiri dan kini selalu membeli Revvo 89 walau harganya lebih mahal dari Pertalite.

"Itu karena hasil pembakarannya yang lebih sempurna kayaknya. Jadi kinerja mesinnya lebih bagus. Dipake ngebut justru malah enteng," kata Rahmat.

"Kalaupun beda harga, kalau dikalkulasiin menang km (VIVO). Karena kita main di jalan pasti ngitungnya km," tambahnya.

Rahmat mengaku heran dengan kondisi ini, padahal oktan Pertalite lebih tinggi dari Revvo 89 yang angka oktannya hanya 89.

Bagaimana kesaksian pengendara motor lainnya soal BBM VIVO? Cek halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT