Bagaimana Biar Produksi Tambang Ngebut tapi Nggak Rusak Lingkungan?

ADVERTISEMENT

Bagaimana Biar Produksi Tambang Ngebut tapi Nggak Rusak Lingkungan?

Dana Aditiasari - detikFinance
Minggu, 02 Okt 2022 18:57 WIB
A miner works at an artisanal coal mine, or pocito (little hole), known for their rudimentary and often dangerous mining techniques, in Sabinas, Coahuila state, Mexico, August 8, 2022. REUTERS/Luis Cortes
Ilustrasi Tambang (Foto: REUTERS/LUIS CORTES)
Jakarta -

Pemerintah punya target besar mendorong industri tambang bisa memacu produksi sembari tetap menjaga lingkungan. Hal lain yang tak kalah penting aalah tentang bagaimana produk tambang yang dihasilkan bisa memiliki nilai tambah sebelum diekspor.

Aspek-aspek tersebut mendapat perhatian serius dari kalangan pelaku usaha. Salah satunya adalah dari Anak perusahaan MMS Group Indonesia (MMSGI), PT Multi Harapan Utama (MHU).

Direktur MHU, Achmad Zuhraidi mengatakan, Faktor teknik usaha dan tata kelola pengusahaan jasa pertambangan yang baik merupakan salah satu kunci dari keberhasilan perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya.

Dalam praktiknya, itu komitmen itu dilakukan dengan menerapkan kaidah pertambangan yang baik dengan aspek pengelolaan lingkungan hidup, inisiasi konservasi, standarisasi usaha jasa, pengawasan teknis, serta pengembangan dan pemberdayaan masyarakat sekitar sebagai pedoman dalam kegiatan operasi yang dilakukan perusahaan.

Perseroan mengutamakan pengelolaan lingkungan hidup, keselamatan pertambangan, dan teknis pertambangan sesuai dengan bidang usaha. Selain itu, penggunaan tenaga kerja lokal menjadi salah satu bentuk MHU dalam menerapkan tata kelola pengusahaan jasa pertambangan yang baik.

Mulai dari aktivitas pertambangan hingga pengapalan batubara termasuk di dalamnya kegiatan administrasi yang dilakukan oleh MHU.

Hal ini telah sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga menjadikan MHU sebagai pelaku Good Mining Practice khususnya dalam Aspek Pengelolaan Standarisasi dan Usaha Jasa Pertambangan dengan Predikat Aditama.

Dalam kegiatan tata kelola lainnya dapat dilihat bahwa PT Antareja Mahada Makmur dan PT Cipta Kridatama mendapatkan penghargaan utama sebagai kelompok badan usaha pemegang IUJP di site milik MHU.

Berkat itu pula, MHU berhasil meraih 5 penghargaan sekaligus pada ajang Prestasi Keberhasilan Penerapan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik (Good Mining Practice/ GMP Award) Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM di Hotel Bidakara Jakarta (29/9).

Adapun 5 penghargaan yang diraih oleh PT MHU (Multi Harapan Utama) dalam ajang GMP Award 2022, sebagai berikut:
1. Predikat Aditama Aspek Pengelolaan Teknik Pertambangan
2. Predikat Aditama Aspek Pengelolaan Keselamatan Pertambangan
3. Predikat Aditama Aspek Pengelolaan Lingkungan Hidup Pertambangan
4. Predikat Aditama Aspek Pengelolaan Standardisasi dan Usaha Jasa Pertambangan
5. Predikat Pratama Aspek Penerapan Konservasi Batubara

Melalui penghargaan ini diharapkan MHU dan seluruh pihak terkait dapat selalu termotivasi untuk meningkatkan kualitas kinerja operasi pertambangan dengan mengutamakan keselamatan serta berwawaskan lingkungan secara berkelanjutan.

Untuk diketahui, MHU merupakan perusahaan yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan kegiatan pertambangan (eksplorasi dan operasi produksi) batubara. Wilayah operasi MHU terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Prestasi Keberhasilan Penerapan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik (Good Mining Practice/ GMP Award) merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan tujuan memotivasi badan usaha pemegang izin usaha pertambangan konsisten dalam menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik.

(dna/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT