Harga Pertamax Turun, Pertalite Bisa Nyusul?

ADVERTISEMENT

Harga Pertamax Turun, Pertalite Bisa Nyusul?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 04 Okt 2022 14:58 WIB
Warga melakukan pengisian BBM jenis Pertamax di SPBU Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (30/3/2022). Kabar berhembus BBM Ron 92 Pertamax bakal naik pada 1 April 2022. Kenaikan harga ini memang santer dikabarkan seiring dengan melejitnya harga minyak dunia.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Harga BBM Pertamina, Pertamax sudah turun sejak awal bulan ini. Harga Pertamax di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah Bali, NTB, dan NTT turun jadi Rp 13.900 per liter. Harga tersebut turun Rp 600, dari sebelumnya Rp 14.500 per liter.

Sebelumnya, harga Pertamax naik bersamaan dengan harga BBM subsidi Pertalite di awal September. Kabarnya penurunan Pertamax terjadi karena harga minyak dunia yang sedang rendah. Namun, sampai saat ini Pertalite belum ikut mengalami penurunan.

Sayangnya, Dirjen Minyak dan Gas (Migas) Tutuka Ariadji menyatakan harga Pertalite tidak bisa serta merta mengalami penurunan mengikuti mekanisme pasar. Sebagai jenis bahan bakar khusus penugasan (JBKP) harga Pertalite sudah diatur oleh pemerintah.

Penentuan harganya sangat khusus karena di dalamnya pemerintah memberikan subsidi dengan kocek negara. Maka dari itu kalau mau merubah harganya cukup panjang prosesnya.

"Subsidi itu kan harganya yang diturunin apanya? Subsidinya? Pertalite kan JBKP artinya nurunkan subsidi. Kalau Pertamax kan JBU (jenis bahan bakar umum), kan itu perusahaan itu sendiri yang menentukan berhubungan langsung dengan harga minyak dunia. Kalau Pertalite itu kan harganya memang subsidi," ungkap Tutuka ditemui wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (4/10/2022).

Tutuka juga memastikan sejauh ini harga Pertalite yang ditentukan pemerintah masih jauh di bawah harga keekonomian. Artinya, harga BBM Pertalite masih tetap jauh lebih murah meskipun harganya tidak ikut turun seperti Pertamax.

"Tapi kan masih disubsidi dan ada kompensasi lah. Masih di bawah harga keekonomian kan tetap. Masih jauh dari harga keekonomian," sebut Tutuka.

Dia berkelakar kalau memang harga minyak sangat anjlok, bisa saja Pertalite diproses untuk turun harganya. "Ya kecuali harga minyak sangat (turun)," ujarnya.

Sebelumnya, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan keputusan menurunkan harga BBM subsidi macam Pertalite ada di tangan pemerintah. Pihaknya hanya bisa menjalankan tugas mendistribusikan BBM subsidi.

"Untuk BBM subsidi, kewenangan menentukan harga di regulator," kata Irto saat dihubungi detikcom, Sabtu (1/10/2022).

Lebih jauh lagi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif juga sempat bicara mengenai potensi penurunan harga Pertalite landainya harga minyak dunia. Dia menyebut hal itu bisa saja terjadi.

"Iya nanti kita lihat kalau harga minyak membaik ya insyaallah (harga Pertalite bisa turun)," kata Arifin kepada wartawan di Hotel Ayana MidPlaza, Jakarta Pusat, Jumat (9/9/2022).

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT