Jepang Garap PLTA Rp 270 Triliun di Kaltara!

ADVERTISEMENT

Jepang Garap PLTA Rp 270 Triliun di Kaltara!

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 06 Okt 2022 11:26 WIB
PLTA Kayan, Dok Ist
Foto: PLTA Kayan, Dok Ist
Jakarta -

PT Kayan Hydro Energi (KHE) menandatangani kerja sama dengan Sumitomo Corporation, perusahaan terkemuka asal Jepang yang bergerak di bidang energi. Penandatanganan ini terkait proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Kayan, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Menurut Direktur Utama KHE, Andrew Suryali nilai investasi kerjasama ini mencapai US$ 17,8 miliar atau Rp 270,56 triliun (kurs Rp 15.200). Dan listrik yang dihasilkan mencapai 9 ribu megawatt.

"Penandatanganan kerja sama yang merupakan realisasi kerjasama pembangunan Kayan di Kalimantan Utara yang akan menarik investasi US$ 17 miliar dolar," katanya di Hotel Fairmont Jakarta, Kamis (6/10/2022).

Penandatanganan dilakukan PT KHE yang diwakil Andrew, dan Sumitomo Corporation yang diwakili General Manager Infrastructure Business Unit Sumitomo, Satoshi Matsui. Turut mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto, dan duta besar Jepang untuk Indonesia Kenji Kanasugi.

PT KHE memanfaatkan area sepanjang sungai Kayan dan terdiri atas 5 bendungan dengan 5-6 unit turbin pembangkit tiap bendungannya. Tahap pertama PLTA Kayan Cascade berkapasitas 900 Megawatt (MW), tahap kedua 1.200 MW, tahap ketiga dan keempat masing-masing 1.800 MW, dan tahap kelima 3.300 MW.

DIketahui proyek PLTA Kayan Cascade sudah berjalan sejak 2011. Produksi listrik dari PLTA ini akan melistriki kawasan industri hijau yang dikembangkan PT. Indonesia Strategis Industri (ISI), dan kebutuhan listrik di Pulau Kalimantan pada umumnya.

Sementara itu, Airlangga Hartarto mengapresiasi kerjasama kedua belah pihak. "Kebanggan bagi pemerintah menyaksikan kerja sama dua negara dengan Jepang dalam hal ini Sumito," ungkapnya.

Saat ini KHE sedang melakukan pembangunan infrastruktur awal bendungan. Diperkirakan tahun 2023 akan dilanjutkan pembangunan infrastruktur pendukung bendungan dan banguan pengelak (diversion channel) bendungan yang menjadi anak tangga pertama dalam tangga Cascade.

Sebelumnya Pembangunan ditargetkan selesai tahun 2024 dan mulai bisa digunakan untuk kebutuhan komersial pada tahun 2025.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT