Ahok Sebut Pemerintah Takut Kasih Subsidi BBM Langsung

ADVERTISEMENT

Ahok Sebut Pemerintah Takut Kasih Subsidi BBM Langsung

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 07 Nov 2022 10:29 WIB
Ilustrasi Ahok Pilgub DKI 2017
Foto: Ilustrator Edi Wahyono
Jakarta -

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau yang karab disapa Ahok menyatakan seharusnya subsidi BBM dilakukan secara subsidi langsung kepada masyarakat bukan pada barangnya. Menurutnya, selama ini pemerintah terlalu takut melakukan subsidi langsung.

Padahal, Ahok bilang BBM dengan subsidi ke barang yang dilakukan selama ini sebetulnya banyak sekali penyimpangannya.

"Faktanya, kita itu terlalu takut untuk subsidi langsung di rakyat. Sebetulnya itu banyak sekali penyimpangan-penyimpangan terjadi," kata Ahok dalam sebuah acara di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Minggu (6/11/2022).

Subsidi langsung sendiri maksudnya adalah subsidi yang diberikan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan begitu, subsidi dinilai akan menjadi lebih tepat sasaran.

Sementara itu, selama ini subsidi diberikan berdasarkan barang. Maksudnya, subsidi diberikan untuk membuat harga BBM sebagai barang konsumsi menjadi lebih murah.

Adapun BBM yang mendapatkan subsidi adalah jenis solar, sementara itu BBM Pertalite mendapatkan subsidi dengan skema kompensasi dari pemerintah.

Di kesempatan yang sama, Ahok juga sempat curhat dirinya seringkali disalahkan atas kenaikan harga BBM. Padahal menurutnya, harga BBM bukan dia saja yang menentukan.

Bahkan, dalam tingkatannya, Ahok merupakan orang ke lima yang menentukan apakah harga BBM harus naik atau tidak. Katanya, orang nomor satu yang menentukan BBM naik atau tidak justru Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia cuma menjadi orang ke lima saja dalam penentuan harga BBM.

Setelah Jokowi ada Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, berikutnya ada Menteri BUMN Erick Thohir. Setelahnya, Dirut Pertamina Nicke Widyawati. Nah di nomor lima baru lah peran Ahok.

"Saya boleh sampaikan ya, banyak orang pikir naiknya BBM, turunnya BBM, salahnya Ahok. Pokoknya kalau apa-apa Ahok yang salah," ungkap Ahok.

"Dan posisi saya itu urutan kelima. Kenapa urutan kelima? Pertama, Presiden. Kedua, Menko Invest. Ketiga, Menteri BUMN. Keempat, mau eksekusi, Dirut utama. Saya ini nomor lima," lanjutnya.

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT