Bagi-bagi Rice Cooker Gratis Disebut Tak Ampuh Kurangi Pemakaian LPG 3 Kg

ADVERTISEMENT

Bagi-bagi Rice Cooker Gratis Disebut Tak Ampuh Kurangi Pemakaian LPG 3 Kg

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 27 Nov 2022 23:00 WIB
Viral Kakek Masak Nasi Malah Bikin Rice Cooker Gosong
Foto: Facebook / Nana Emran
Jakarta -

Pemerintah berencana membagikan 680 ribu penanak nasi listrik (PNL) atau rice cooker kepada masyarakat. Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari diversifikasi energi bersih yang tepat.

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi menilai rice cooker bisa dimanfaatkan oleh keluarga penerima manfaat yang menggunakan listrik 450VA. Namun, dia mengatakan, kebijakan tersebut tak akan signifikan menggeser penggunaan LPG 3 kg.

"Namun, pembagian rice cooker itu tidak begitu signifikan dalam menggantikan gas LPG 3 kg. Bahkan, hampir tidak menggantikan gas LPG 3 kg," katanya kepada detikcom, Minggu (27/11/2022).

Hal itu disebabkan rice cooker hanya untuk memasak nasi. Sedangkan, untuk memasak lauk dan lainnya masih menggunakan kompor gas LPG 3 Kg.

"Dengan demikian, pembagian rice cooker yang menggunakan dana APBN-nya ESDM tidak efektif sama sekali dalam mencapai tujuan menggurangi LPG 3 kg," ujarnya.

Dia menambahkan, Kementerian ESDM mestinya memprioritaskan diversifikasi yakni program migrasi dari LPG ke energi bersih. Salah satunya, menambah jaringan jaringan gas (jargas) dan mempercepat gasifikasi batubara yang lebih masif. "Bukan program coba-coba yang tidak efektif," ujarnya.

Kebijakan bagi-bagi rice cooker sendiri sedang dalam pembahasan. Hal itu disampaikan Subkoordinator Fasilitasi Hubungan Komersial Usaha Ketenagalistrikan, Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Edy Pratiknyo dalam acara Forum Diskusi Publik, Jumat (25/11)

"Ini baru pembahasan belum sampai di publish bantuan e-cocking atau penanak nasi listrik," katanya.

Dalam paparannya disebutkan, bantuan penanak nasi listrik (BPNL) ini sebanyak 680.000 unit yang akan disalurkan ke seluruh Indonesia melalui APBN Kementerian ESDM 2023. Disebutkan juga tidak diperlukan penambahan daya dan nilai paket program ini sebesar Rp 500.000 per keluarga penerima manfaat (KPM). Penerima bantuan ini akan mengacu data dari Kementerian Sosial (Kemensos).

"Terkait bantuan program penanak nasi, di mana rencana sebanyak 680 ribu unit penanak nasi yang disalurkan ke masyarakat, yang KPM tadi, kelompok penerima manfaat. Tentunya acuannya ke data dari Kementerian Sosial," jelasnya.

Tujuan dari program ini yakni mendukung pemanfaatan energi bersih, meningkatkan konsumsi listrik per kapita (e-cocking) dan penghematan biaya memasak bagi masyarakat.

(acd/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT