Bos PLN Sebut Emisi Karbon RI Lebih Rendah dari Negara Maju, Ini Hitungannya

ADVERTISEMENT

Bos PLN Sebut Emisi Karbon RI Lebih Rendah dari Negara Maju, Ini Hitungannya

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 29 Nov 2022 15:44 WIB
PT PLN berkomitmen terus memberikan layanan terbaik kepada pelanggan. Hal itu disampaikan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo di #DemiIndonesia.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkapkan emisi karbon Indonesia hanya 3 ton per orang per kapita. Hasil tersebut lebih rendah dibanding negara-negara maju.

Darmawan mengatakan emisi gas rumah kaca lebih banyak dihasilkan Amerika Serikat (AS) sebesar 15 ton per orang per kapita. Kemudian lebih besar lagi dari Australia yang menghasilkan emisi karbon 18 ton per orang per kapita.

"Di AS, 1 orangnya emisi karbon sekitar 15 ton per kapita. Kita lihat di Singapura per kapitanya sekitar 11 ton per orang, Malaysia sekitar 10-11 ton, Australia 18 ton per orang per kapita," kata Darmawan dalam acara Peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-77 di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2022).

"Di Indonesia, emisi karbon per kapitanya hanya 3 ton emisi karbon per kapita. Kenapa? Kalau orangnya naik sepeda boros, borosnya nasi dengan rendang. Kalau rumahnya kecil kemudian mau pakai kipas angin aja udah berat itu berarti hemat listrik, emisi karbonnya juga makin kecil," tambahnya.

Darmawan menyebut permasalahan emisi karbon merupakan masalah yang harus diselesaikan bersama. Pasalnya emisi karbon yang dihasilkan suatu negara akan dirasakan oleh seluruh dunia dampaknya.

"1 ton karbon di New York sama dampaknya dengan emisi karbon di Bantul, Lampung, labuan Bajo dan lain-lain. Jadi ini adalah global problem, maka perlu global solution. Untuk itu pertama kali yang kita lakukan selama G20, we take leadership. Tidak bisa sendirian untuk selesaikan masalah climate change," jelasnya.

(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT