Dapat PMN Rp 10 T Tahun Depan, PLN Diminta Terus Listriki Daerah Terpencil

ADVERTISEMENT

Dapat PMN Rp 10 T Tahun Depan, PLN Diminta Terus Listriki Daerah Terpencil

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 30 Nov 2022 17:08 WIB
Pedagang sayur berdagang di bawah penerangan lampu listrik program listrik masuk desa daerah tertinggal di Dusun Jabal Antara, Aceh Utara.
Foto: ANTARA FOTO/RAHMAD
Jakarta -

D

Realisasi rasio desa berlistrik di seluruh pelosok Indonesia melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) per Oktober 2022 mencapai 90,79%. Hal ini diwujudkan PT PLN (Persero) dengan dukungan pemerintah dan DPR RI. Dengan disahkannya PMN 2023, PLN diminta terus meningkatkan rasio elektrifikasi.

Bersamaan dengan target tersebut, PLN dapat mempercepat transisi energi dengan menyasar pengembangan pembangkit listrik yang bersumber dari sumber daya alam setempat.

Anggota Komisi VI DPR RI Muslim berharap penggunaan Penyertaan Modal Negara (PMN) dapat memberikan pemerataan akses kelistrikan di daerah 3T. Menurutnya, sudah saatnya penduduk yang tinggal di daerah 3T merasakan kemerdekaan akses kelistrikan.

"Saya dukung PLN memanfaatkan PMN untuk daerah terpencil. Ada beberapa daerah yang belum dilistriki, dusun-dusun belum mendapatkan listrik, dan mereka sudah mengajukan," ujarnya, Rabu (30/11/2022).

Pada 2023, DPR mensepakati PLN mendapatkan tambahan PMN sebesar Rp 10 triliun. Dana ini akan diprioritaskan untuk membangun akses listrik berfokus pada peningkatan Rasio Elektrifikasi secara nasional maupun Rasio Desa Berlistrik (RDB).

Selain itu, alokasi ini juga dioptimalkan oleh PLN untuk menambah pembangkit listrik berbasis energi bersih sesuai dengan kompetensi sumberdaya alam di masing masing daerah.

Pada PMN tahun depan, rencananya PLN akan memaksimalkan dana tersebut untuk mengejar target rasio desa berlistrik, terutama di wilayah Indonesia Timur yang saat ini rasio elektrifikasinya masih di bawah 90 persen.

Selain itu, PLN juga akan memfokuskan pembangunan akses listrik di wilayah perbatasan seperti di Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT