Usai Naik, Harga BBM di AS Kini Merosot

ADVERTISEMENT

Usai Naik, Harga BBM di AS Kini Merosot

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 02 Des 2022 08:24 WIB
A customer pumps gas at a Shell gas station, Tuesday, May 10, 2022, in Miami. (AP Photo/Marta Lavandier)
Foto: AP Photo/Marta Lavandier
Jakarta -

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Amerika Serikat (AS) terus menurun. Bahkan harganya sudah lebih rendah dari posisi saat Rusia mulai menyerang Ukraina.

Dikutip dari CNN disebutkan satu galon bensin kini dipatok US$ 3,47. Lebih rendah dibandingkan periode Februari 2022 yang menyentuh US$ 3,54 per galon.

Angka ini turun 12 sen dalam satu minggu terakhir dan turun 29 sen dalam satu bulan terakhir.

Memang harga bensin di AS sempat naik gila-gilaan. Saat itu banyak kekhawatiran dengan serangan Rusia ke Ukraina.

Tapi kini, meskipun harga bensin turun masih ada kekhawatiran dengan potensi resesi. Apalagi di China yang sedang lockdown juga telah membuat harga bahan bakar terus merosot.

Kini rata-rata harga bensin secara nasional sudah turun US$ 1,55. Sempat menyentuh rekor tertinggi US$ 5,02 per galon pada pertengahan tahun lalu.

Harga bensin ke depan diramal akan terus mengalami penurunan dan dibayangi ketidakpastian.

Presiden Lipow Oil Associates Andy Lipow mengungkapkan, harga bensin bisa turun ke level US$ 3,28 jelang natal.

Kemudian aplikasi yang mencatat harga bahan bakar GasBuddy memiliki perkiraan optimis yaitu harga bisa berada di bawah US$ 3 per galon.

Kepala analis perminyakan GasBuddy Patrick De Haan mengungkapkan jika turunnya harga bensin ini membuat banyak pengendara atau pemilik kendaraan senang. Setelah awal tahun pusing masalah harga yang tinggi.



Simak Video "Bawa Keranda-Spanduk, Massa Buruh Tolak BBM Naik Tiba di Patung Kuda"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT