Jokowi Utus Srikandi RI Lawan Uni Eropa di WTO: Jangan Mundur!

ADVERTISEMENT

Jokowi Utus Srikandi RI Lawan Uni Eropa di WTO: Jangan Mundur!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 10 Jan 2023 15:35 WIB
Presiden Jokowi di HUT ke-50 PDIP
Foto: Presiden Jokowi di HUT ke-50 PDIP. (Dok. PDIP)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pesan khusus kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi soal banding putusan World Trade Organization (WTO) soal larangan ekspor nikel. Dia meminta jangan sampai Indonesia mundur di WTO.

Menurutnya larangan ekspor nikel adalah lompatan besar untuk Indonesia. Pasalnya, nikel yang selama ini diekspor mentah-mentah kini akan diolah menjadi barang yang lebih berharga.

"Nikel kita digugat Uni Eropa, dan diputuskan sudah diputuskan kita kalah. Tadi saya sampaikan ke Bu Menlu jangan mundur! Karena ini lah lompatan besar peradaban negara kita, saya yakini itu. Kita banding," kata Jokowi dalam Peringatan HUT PDIP ke-50 yang disiarkan virtual, Selasa (10/1/2023).

Sebagai perbandingan saja, Jokowi memaparkan dengan melarang ekspor nikel Indonesia menjadi lebih untung. Saat nikel mentah diekspor negara cuma untung Rp 17 triliun, namun saat olahan nikel yang diekspor negara bisa untung Rp 360 triliun.

Perlu diketahui, bulan November 2022 kemarin, Indonesia dinyatakan kalah dalam gugatan yang dilayangkan Uni Eropa di Badan Penyelesaian Sengketa atau Dispute Settlement Body (DSB) WTO. Gugatan itu menyatakan langkah Indonesia untuk melarang ekspor nikel tidak tepat. Namun, pada 14 Desember kemarin, pemerintah RI telah secara resmi mengajukan banding.

Jokowi juga bercerita dalam KTT Asean-Uni Eropa yang dilakukan dalam beberapa waktu lalu, dia sempat menyindir langsung negara-negara Uni Eropa yang menggugat Indonesia soal larangan ekspor nikel.

"Pas ini kita ada KTT, waduh ini kesemapatan, saya langsung sampaikan ke mereka (KTT) kalau kemitraan itu harus setara, dan tidak boleh ada pemaksaan. Tidak boleh negara manapun dikte dan tidak boleh negara maju menyatakan standar mereka lebih bagus daripada standar negara kita," tegas Jokowi.

Lihat juga video 'Jokowi di KTT ASEAN-UE: Kemitraan Harus Didasarkan pada Kesetaraan':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT