Bantah Insentif Mobil Listrik untuk Orang Kaya, Sesmenko: Demi Green Energy!

ADVERTISEMENT

Bantah Insentif Mobil Listrik untuk Orang Kaya, Sesmenko: Demi Green Energy!

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Kamis, 12 Jan 2023 14:13 WIB
Selama Januari sampai dengan November 2022, ribuan unit mobil listrik terjual di Indonesia. Nah, mobil apa yang paling laris? Simak foto-fotonya berikut ini.
Foto: Pool
Jakarta -

Insentif Rp 80 juta untuk mobil listrik menjadi sorotan. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso membantah program ini akan dinikmati orang kaya.

"Kalau kemarin ada pertanyaan, pak apa nggak salah kasih insentif untuk orang-orang kaya beli kendaraan? Ini kan konteksnya semua negara mendorong ke green energi," katanya di Pabrik PT HM Sampoerna di Karawang industrial City, Jawa Barat, Kamis (12/1/2023).

Ia membandingkan insentif kendaraan listrik dengan negara lain. Misalnya dengan Amerika Serikat (AS) yang memberi insentif mencapai Rp 117 juta.

"Insentif kan di banyak negara. Thailand lebih besar lagi, terus terakhir kan AS kasih Rp 117 juta," sambungnya.

Susiwijono juga membantah mobil dengan harga mahal akan mendapat subsidi. Menurutnya pemerintah sedang menggodok teknis pemberian insentif, termasuk rencana pembatasan harga bagi kendaraan yang bisa mendapat insentif.

"Lalu apakah benar kalau beli mobil listrik di atas Rp 1 miliar tiba-tiba disubsidi, seakan-akan mensubsidi orang kaya. Saya sampaikan, teknisnya sedang diatur. Pasti nanti akan ada pembatasan, harga (mobil) berapa yang dapat insentif, besarannya berapa," jelasnya.

Kemenko Perekonomian saat ini sedang berdiskusi dengan sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, Kemenkomarves dan Kementerian Keuangan.

"Kan yang lebih penting soal insentif harus ada penyediaan anggaran. Kemenkeu minta didiskusikan sol aplikasinya berapa," tuturnya.

Soal rincian teknis pemberian insentif ini, Susiwijono menyebut sedang mempercepatnya. Ditargetkan prosesnya selesai tahun ini.

"Kita sedang mempercepat semua prosesnya, targetnya memang kalau bisa di tahun ini, cuman masih pembahasan di tingkat teknik," imbuhnya.

Selain mobil listrik insentif diberikan ke mobil berbasis hybrid sebesar Rp 40 juta. Sementara motor listrik insentifnya sebesar Rp 8 juta untuk pembelian baru, dan motor konversi menjadi motor listrik sebesar Rp 5 juta.

Lihat juga video 'Sudah Masuk 2023, Kapan Subsidi Mobil Listrik Dilaksanakan?':

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT