Investasi Baterai Kendaraan Listrik, Inggris Gandeng Pengusaha RI

ADVERTISEMENT

Investasi Baterai Kendaraan Listrik, Inggris Gandeng Pengusaha RI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 13 Jan 2023 16:50 WIB
Amerika Serikat (AS) mengeluarkan undang-undang baru yang memberikan subsidi besar kepada produsen lokal terkait teknologi hijau. Hal itu membuat industri mobil Jerman mulai ketar-ketir. CEO Northvolt Peter Carlsson mengatakan bahwa di bawah Undang-Undang Pengurangan Inflasi (IRA), Northvolt yang berbasis di Swedia dapat memperoleh hingga 800 juta euro ($836 juta) jika membangun pabrik baterai kendaraan listrik di AS.
Ilustrasi baterai kendaraan listrik (Foto: Reuters)
Jakarta -

Perusahaan Inggris, Britishvolt akan investasi di Indonesia di bidang baterai kendaraan listrik. Tak sendiri, perusahaan tersebut menggandeng pengusaha dalam negeri.

Namun, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia belum menyebut nama pengusaha nasional tersebut. Dia mengatakan, perizinan Britishvolt sudah hampir rampung.

"Britishvolt kerja sama sama pengusaha nasional sekarang ini juga dalam proses perizinannya sudah hampir rampung," katanya dalam konferensi pers seperti disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (13/1/2023).

Bahlil menambahkan, pembangunan untuk investasi baterai kendaraan listrik ini kemungkinan baru bisa dilakukan di kuartal II atau III.

"Untuk pembangunan awalnya mungkin nggak dilakukan di kuartal pertama, mungkin bisa di kuartal kedua atau kuartal ketiga," terang Bahlil.

Ditanya soal kelanjutan investasi Tesla, Bahlil tak banyak bicara. Dia meminta agar hal itu ditanyakan ke Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

"Nanti Tesla silakan tanya kepada Pak Menko Marinves karena memang kita sudah bagi-bagi tugas. Pak Menko Marinves yang paling tahu," ujarnya.

(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT