Bentrok PT GNI Tewaskan Pekerja Lokal dan Asing, Menperin: Usut Tuntas!

ADVERTISEMENT

Bentrok PT GNI Tewaskan Pekerja Lokal dan Asing, Menperin: Usut Tuntas!

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Senin, 16 Jan 2023 15:32 WIB
Suasana PT GNI di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, berubah mencekam saat bentrokan pecah antara karyawan WNA dan WNI.
Suasana bentrok di smelter nikel Morowali Utara/Foto: Istimewa
Jakarta -

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita buka suara soal bentrok karyawan perusahaan smelter nikel PT Gunbuster Nickel Industry (PT GNI) di Morowali Utara. Bentrok ini menimbulkan 2 korban jiwa dan membuat aktivitas perusahaan terhenti.

Agus menyayangkan kejadian tersebut. Ia mengimbau perusahaan dan karyawan mengambil kesepakatan bersama demi penyelesaian masalah yang adil bagi semua pihak.

"Saya sangat menyayangkan kejadian tersebut dan menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian para korban. Hal ini semestinya tidak terjadi dan harus diusut tuntas serta dilakukan proses hukum yang berlaku," ujar Menperin dalam keterangan tertulis, Senin (16/1/203).

Agus menyebut pemerintah terus berupaya menarik investasi ke Indonesia untuk penyediaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pemerintah memastikan Indonesia aman untuk investasi.

Menurutnya perlu kerja sama dari semua pihak untuk bersinergi mewujudkan iklim usaha yang kondusif dengan menaati aturan-aturan yang berlaku.

"Smelter nikel berperan penting bagi hilirisasi industri dan penguatan struktur industri di tanah air. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga sedang menyusun tata kelola industri berbasis mineral (smelter) yang mengatur antara lain insentif-insentif, kewajiban dan hak," jelasnya.

Agus mendukung penuh dialog yang konstruktif antara PT GNI dengan para karyawan agar tercapai kesepakatan serta mewajibkan perusahaan untuk mematuhi peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia, termasuk yang berkaitan dengan pemenuhan hak pekerja serta Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L).

"Kami juga meminta agar para karyawan dapat menjaga situasi kondusif serta mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) khususnya yang berkaitan dengan K3L, agar persoalan dapat segera diselesaikan sehingga hak-haknya terpenuhi dan kembali beraktivitas," jelas Agus.

Ia menjelaskan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan PT GNI terkait penanganan kasus tersebut. Perusahaan menyatakan tengah melakukan investigasi yang mendalam bersama dengan pihak berwajib dan mengusut tuntas seluruh kejadian yang menimbulkan kerugian.

Kemenperin juga meminta dukungan pemerintah Kabupaten Morowali Utara untuk segera memfasilitasi mediasi bagi semua pihak terkait dengan sebaik-baiknya, dan kepada aparat keamanan untuk penanganan hukumnya.

"Pemerintah meminta kepada semua pihak agar bersama-sama menjaga situasi yang kondusif. Hal ini juga untuk menjaga iklim investasi yang memberi manfaat bagi banyak pihak,"
tuturnya.

PT GNI yang berlokasi di Morowali Utara, Sulawesi Tengah mulai beroperasi pada Desember 2021 dengan kapasitas 1,8 juta ton Nickel Pig Iron (NPI) per tahun dan sekitar 10.000 tenaga kerja.



Simak Video "Suasana Ngeri Bentrok WNA-WNI di PT GNI Morowali Utara, 2 Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT