RI Genjot Produksi Minyak Bumi, Bos SKK Migas: Setetes Saja Sangat Berharga

ADVERTISEMENT

RI Genjot Produksi Minyak Bumi, Bos SKK Migas: Setetes Saja Sangat Berharga

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 25 Jan 2023 13:11 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan Indonesia masih kekurangan pasokan minyak bumi. Menurutnya, minyak setetes yang bisa ditemukan di wilayah kerja migas sudah sangat lah berharga bagi Indonesia.

Hal ini diungkapkan Dwi saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan kontrak kerja sama WK West Kampar dan WK Jabung Tengah. Awalnya, Dwi menyinggung soal potensi pasar minyak dan gas yang ada di dua WK tadi. Menurutnya, potensi pasar dari dua WK ini sangat besar.

Apalagi untuk minyak bumi, menurutnya Indonesia masih sangat banyak mengimpor minyak. Maka dari itu produksi minyak bumi sebesar apapun di WK West Kampar dan Jabung Tengah akan sangat berharga, dia pun meminta kontraktor yang ada untuk segera menggenjot produksi.

"Minyak sudah jelas lah, karena kita masih impor cukup banyak, manakala ada setetes saja minyak sudah menjadi hal yang sangat berharga bagi negara kita," ungkap Dwi dalam acara yang disiarkan virtual, Rabu (25/1/2023).

Menurutnya untuk gas bumi sendiri potensi pasarnya sangat besar. Melihat dua WK tadi letaknya di Sumatera bagian tengah, Dwi mengungkapkan bisa saja hasil gas bumi langsung dialirkan ke jajaran industri yang ada di tengah-tengah Sumatera.

"Gas dari Sumatra bagian tengah ini punya potensi Sumatera bagian tengah, ada pupuk, industri lain, ada PLN ada PHR juga Rokan. Bisa juga ke Jawa Barat infrastruktur sudah lengkap," papar Dwi.

Tak sampai di situ, kalaupun masih berlebih produksi gasnya, bisa saja gas dialirkan ke kawasan industri Batam ataupun ekspor ke Singapura.

"Kalau ada kelebihan masih bisa dibutuhkan Batam karena di sana pesat industrinya banyak yang minta alokasi gas ke kita juga. Itupun kalau masih lebih akan ekspor ke Singapura. Jadi market tak ada maslaah," ungkap Dwi Soetjipto.

Lihat juga video 'SKK Migas Optimis Capai Rencana Strategis Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT