PT Freeport Indonesia (PTFI) berencana menyuplai emas kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam 26 ton pada 2026. Tahun ini, Freeport menjual emas ke Antam hanya 10 ton dari perjanjian awal 30 ton per tahun pada Februari 2025.
Presiden Direktur Freeport Indonesia, Tony Wenas menjelaskan pihaknya akan memproduksi 26 ton emas pada 2026. Ia menyebut, seluruh produksi tersebut direncanakan untuk Antam.
"Jadi, rencana produksi emas kita tahun 2026 itu kira-kira 26 ton. Itu seluruhnya direncanakan untuk Antam," ungkap Tony di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (26/11/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tony menyebut penjualan emas ke Antam sudah dilakukan sejak tahun ini dengan nilai US$ 1 miliar atau Rp 16,65 triliun (kurs Rp 16.659). Ia menambahkan, produksi Freeport Indonesia diutamakan untuk Antam.
"Emas yang kita produksi itu kita utamakan untuk disuplai ke Antam," pungkasnya.
Untuk diketahui, produksi emas Freeport tahun depan hanya akan mencapai 26 ton. Produksi ini tercantum dalam revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 yang telah disampaikan ke Kementerian ESDM pada pertengahan November.
Tony menjelaskan, sebelum RKAB direvisi, Freeport memproyeksikan produksi emas tahun depan sebesar 45 ton. Revisi RKAB ini terjadi karena luncuran material basah di tambang Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025. Ditargetkan tambang GBC beroperasi lagi pada triwulan I-2026.
Tony mengatakan, produksi emas Freeport pada 2027 diharapkan sudah bisa kembali ke 40 ton per tahun. Hal ini sejalan dengan mulai kembali beroperasinya GBC secara penuh pada 2026.
"Untuk emas itu kita dari rencana 45 ton ini di RKAB yang baru 2026 hanya akan memproduksi 26 ton dan ini semuanya akan dikonsumsi oleh PT ANTAM. Tidak ada rencana untuk mengekspor emas," katanya dalam RDP dengan Komisi VI DPR RI, Senin (24/11/2025).
Simak juga Video 'Kata Bahlil, Saham Pemerintah di Freeport Bertambah 12%':
(ara/ara)










































