Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) mengungkapkan perkembangan rencana penggabungan anak usaha PT Pertamina (Persero) yakni PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS).
Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Aminuddin Ma'ruf mengatakan penggabungan ketiga anak usaha Pertamina itu tengah dalam kajian.
"Sedang dikaji juga," kata dia ditemui di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat kemarin, ditulis, Selasa (30/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya apakah induk perusahaan atas penggabungan tersebut adalah Pertamina Patra Niaga, Aminuddin hanya mengatakan kemungkinan besarnya.
"Kayaknya begitu (Pertamina Patra Niaga menjadi induk usaha)," ucapnya lagi.
Aminuddin menerangkan, penggabungan sejumlah BUMN ini memang bagian dari perampingan jumlah badan usaha milik negara menjadi sekitar 200-an saja dari total saat ini sekitar 1.000 BUMN.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Badan Usaha Milik Negara akan dirampingkan menjadi hanya 200 saja. Target tersebut, menurut Prasetyo, dari total jumlah BUMN kurang lebih 1.000.
Prasetyo mengatakan langkah perampingan tersebut untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing BUMN serta adanya perusahaan pelat merah yang berjalan kurang efektif.
"Ada seribu kurang lebih BUMN kita yang sekarang sedang dalam proses untuk dirampingkan, digabungkan, kemudian juga di situ ternyata banyak ditemukan bahwa ada yang tidak efektif dari sekian ribu BUMN kita itu.Harapan kita menjadi kurang lebih mungkin di 400-200 BUMN itu," terang Prasetyo dalam rapat bersama Komisi VI DPR mengenai revisi UU BUMN, Selasa (23/9/2025).
Proses perampingan dilakukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), sesuai tugasnya untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di tubuh BUMN.
"Sekarang kita memiliki Danantara, boleh kami laporkan mewakili pemerintah bahwa kita sekarang punya instrumen untuk dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di BUMN-BUMN kita.Salah satunya adalah penyelesaian permasalahan di Garuda Indonesia," katanya.
Lihat juga Video: Kementerian BUMN dan Danantara Merger, Siap-siap Dilema Fokus dan Fungsi











































