Gercep! Trump Sudah Panggil Perusahaan AS Bahas Ladang Minyak Venezuela

Gercep! Trump Sudah Panggil Perusahaan AS Bahas Ladang Minyak Venezuela

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 06 Jan 2026 08:02 WIB
Gercep! Trump Sudah Panggil Perusahaan AS Bahas Ladang Minyak Venezuela
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump/Foto: REUTERS/Jonathan Ernst
Jakarta -

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bergerak cepat berbicara dengan beberapa perusahaan minyak untuk menggarap energi Venezuela usai penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1).

Hal itu diungkapkan seorang pejabat Gedung Putih. Sayangnya pejabat Gedung Putih tersebut tidak menyebutkan perusahaan mana yang telah dihubungi pemerintah atau kapan percakapan tersebut berlangsung.

"Semua perusahaan minyak kami siap dan bersedia untuk melakukan investasi besar di Venezuela, yang akan membangun kembali infrastruktur minyak mereka yang dihancurkan oleh rezim Maduro," kata Juru Bicara Gedung Putih Taylor Rogers dikutip dari CNBC, Selasa (6/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa Chevron, Conoco, dan Exxon belum berbicara dengan pemerintah AS tentang penggulingan Maduro.

ADVERTISEMENT

Menteri Energi AS Chris Wright dijadwalkan menghadiri konferensi energi yang diselenggarakan oleh Goldman Sachs di Miami minggu ini. Eksekutif dari Chevron dan ConocoPhillips juga diharapkan hadir.

Sebagai informasi, Chevron merupakan satu-satunya perusahaan minyak besar AS yang masih beroperasi di Venezuela. Selama dekade terakhir perusahaan beroperasi secara tidak menentu karena sanksi AS dan serangkaian pengecualian memungkinkan perusahaan tersebut mempertahankan operasi di sana.

Sekitar seperempat minyak Venezuela yang diproduksi Chevron diekspor ke AS. Setelah beroperasi 100 tahun, jejak Chevron dianggap akan mempersulit pemain baru atau pemain yang kembali ke Venezuela untuk bersaing.

"Anda tidak bisa begitu saja masuk ke Venezuela dan memompa minyak. Ini adalah proses yang sangat sulit dan kompleks yang selama bertahun-tahun telah dikuasai Chevron, sangat sedikit perusahaan yang memiliki teknologi tersebut," ujar Peneliti Senior di Program Keamanan Energi dan Perubahan Iklim di Pusat Studi Strategis dan Internasional, Clayton Seigle dikutip dari CNN.

Tonton juga video "Lagi dan Lagi! Trump Desak Ibu Hamil Berhenti Konsumsi Tylenol"

(aid/ara)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads