Realisasi Investasi ESDM Turun, Bahlil Bakal Panggil Bos PLN

Realisasi Investasi ESDM Turun, Bahlil Bakal Panggil Bos PLN

Heri Purnomo - detikFinance
Kamis, 08 Jan 2026 13:22 WIB
Realisasi Investasi ESDM Turun, Bahlil Bakal Panggil Bos PLN
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Foto: Heri Purnomo/detikcom
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan realisasi investasi di sektor ESDM sepanjang 2025 mencapai US$ 31,7 miliar atau setara Rp 532,56 triliun (Kurs Rp 16.800).

Bahlil menyampaikan realisasi tahun ini mengalami penurunan dibandingkan 2024 mencapai US$ 32,3 miliar. Penurunan ini terjadi di sektor kelistrikan Indonesia.

Rinciannya, investasi tersebut berasal dari beberapa subsektor. Sektor minerba menyumbang US$ 6,7 miliar, migas US$ 18 miliar, ketenagalistrikan US$ 4,6 miliar, serta energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) US$ 2,4 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Investasi kita sejak 2025 total untuk investasi di sektor ESDM sebesar US$ 31,7 miliar. Dari Minerba US$ 6,7 miliar, Migas US$ 18 miliar Listrik US$ 4,6 miliar, EBTKE US$ 2,4 miliar. Pasti teman-teman tanya, dibandingkan dengan 2024 dan 2025, investasi ada terjadi koreksi. Dimana koreksinya? Di listrik," ujar Bahlil dalam konferensi pers Capaian Kinerja Sektor ESDM 2025 di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026

Atas kondisi penurunan di sektor kelistrikan tersebut, Bahlil ke depannya akan mendorong percepatan pembangunan pembangkit listrik yang telah disetujui dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.

ADVERTISEMENT

Dalam waktu dekat, Bahlil akan menggelar rapat dengan PT PLN (Persero) untuk membahas langkah percepatan tersebut.

"Nanti habis ini saya akan rapat dengan PLN. Kami akan mendorong percepatan untuk pembangunan, pembangkit-pembangkit baru yang sudah disetujui dalam RUPTL. ini saya lihat memang ada terjadi butuh effort dan kerja keras agar bisa tercapai," terang Bahlil.

Bahlil juga melaporkan capaian penyerapan tenaga kerja di sektor ESDM selama 2025. Tercatat, tenaga kerja langsung mencapai 871.574 orang.

"Jadi, kami juga fokus sekalipun high teknologi, tapi kami juga fokus bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan sebagai bentuk dari tanggung jawab negara dalam memberikan ruang untuk bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan bagi anak-anak Republik Indonesia," tuturnya

Tonton juga video "Ratusan Personel PLN Dikerahkan Pulihkan RS dan Puskesmas di Aceh"

(hrp/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads