Produksi Batu Bara Dipangkas Jadi Sekitar 600 Juta Ton!

Produksi Batu Bara Dipangkas Jadi Sekitar 600 Juta Ton!

Heri Purnomo - detikFinance
Kamis, 08 Jan 2026 13:31 WIB
Produksi Batu Bara Dipangkas Jadi Sekitar 600 Juta Ton!
Ilustrasi pengangkutan hasil produksi batu bara.Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan produksi batu bara 2026 dipangkas. Ia bilang produksi batu bara 2026 akan diturunkan menjadi sekitar 600 juta ton.

Sebagai informasi, total produksi batu bara pada 2025 mencapai 790 juta ton.

"Saya rapatkan dengan Dirjen Minerba, kita akan melakukan revisi daripada RKAB. Jadi produksi kita akan turunkan," katanya dalam konferensi pers Capaian Kinerja Sektor ESDM 2025 di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Urusan RKAB Pak Dirjen Minerba lagi menghitung, yang jelas ya di sekitar 600 juta (Ton) lah sekitar itu kurang lebih lah. Bisa kurang, bisa lebih dikit," tambahnya.

Bahlil menjelaskan pemangkasan produksi dilakukan untuk menjaga keseimbangan suplai dan permintaan global serta menstabilkan harga.

ADVERTISEMENT

Pasalnya saat ini dari total perdagangan batu bara global yang berkisar 1,3 miliar ton per tahun. Sementara Indonesia sendiri menyuplai 514 juta ton atau setara kurang lebih sekitar 43%.

"Akibatnya apa? Supply and demand itu tidak terjaga. Akhirnya harga batu barang turun. Supaya harga bagus dan tambang ini juga kita harus wariskan kepada anak cucu kita. Jadi jangan cara berpikir kita mengelola sumber daerah alam itu seolah-olah harus selesai semua sekarang. Bangsa ini harus berjalan terus, lingkungan kita harus jaga, aspek-aspek keadilan juga kita tetap harus jaga," katanya.

Tonton juga video "Purbaya Sindir Pajak Batu Bara: Saya Subsidi yang Kaya, Wajar Nggak?"

(hrp/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads