Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memanggil para petinggi perusahaan minyak terbesar AS ke Gedung Putih untuk membahas rencana investasi energi di Venezuela. Hal ini menunjukkan keseriusan Trump mendapatkan sumber daya negara itu. Namun, minyak mentah bisa jadi bukan satu-satunya komoditas yang ingin dikuasai Trump.
Melansir CNN, Senin (12/1/2026), selain minyak mentah, di perut bumi Venezuela juga terdapat banyak komoditas lain yang menarik perhatian pemerintahan Paman Sam. Para ahli memperkirakan di negara itu terkandung cadangan mineral, logam, serta berpotensi mengandung unsur tanah jarang dalam jumlah yang belum terverifikasi.
Diketahui berbagai jenis bahan mentah ini sangat penting bagi perkembangan industri dan rantai pasok di AS, mulai untuk sektor pertahanan hingga teknologi. Belum lagi pemerintahan Trump juga sudah berulang kali menekankan pentingnya sumber daya alam itu bagi keamanan nasional AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun menurut para ahli, meski AS berencana untuk mengamankan berbagai komoditas tambang itu, memiliki akses dan mengambil isi perut bumi Venezuela adalah tugas yang sulit dan tidak akan banyak membantu memperkuat rantai pasokan Amerika.
Hal ini dikarenakan kuantitas dan kelayakan ekonomi sumber daya mineral Venezuela masih belum pasti. Perusahaan AS yang turut serta untuk mengakses sumber daya ini juga menghadapi risiko besar dalam proses penambangan tanpa jaminan keamanan yang berkelanjutan.
Baca juga: Iran Memanas, Harga Minyak Ikut Mendidih |
Belum lagi banyak dari wilayah kaya mineral di Venezuela ini memiliki tentara gerilya dan kelompok bersenjata yang terlibat dalam penambangan ilegal. Penambangan logam tanah jarang yang membutuhkan banyak energi juga dapat merusak lingkungan, yang semakin memperkeruh sentimen usaha.
"Ada kesadaran di dalam pemerintahan bahwa di luar minyak, ada sumber daya alam yang lebih luas di negara ini," kata direktur penelitian di Atlantic Council Global Energy Center, Reed Blakemore.
"Namun, jika kita berbicara tentang kondisi di mana kita mampu mengeksploitasi sumber daya mineral tersebut dan membawanya ke pasar, itu adalah cerita yang jauh lebih menantang, dan terus terang bahkan lebih menantang daripada cerita tentang minyak," sambungnya.
Menurutnya sekalipun ada perusahaan-perusahaan AS yang mencoba menambang unsur tanah jarang di Venezuela, mengeluarkan hasil tambang dari dalam tanah hanyalah satu bagian dari proses yang harus dilakukan. Sebab bahan-bahan itu biasanya dikirim ke China untuk dimurnikan.
Sebagai tambahan informasi, badan Survei Geologi AS menetapkan 60 mineral penting yang vital bagi keamanan ekonomi dan nasional. Mineral-mineral penting ini mencakup campuran komoditas, termasuk aluminium, kobalt, tembaga, timbal, dan nikel.
Daftar komoditas incaran pemerintah yang dipimpin Trump ini juga mencakup 15 unsur tanah jarang seperti serium, disprosium, neodimium, dan samarium. Komoditas-komoditas ini merupakan sumber penting untuk teknologi sehari-hari, seperti telepon, baterai, dan layar TV, serta peralatan militer dan pertahanan, seperti laser, jet tempur, dan rudal.
Tonton juga video "Trump Mau Hubungi Elon Musk, Minta Pulihkan Internet di Iran"
(igo/fdl)










































