RDMP Balikpapan Diklaim Serap 24 Ribu Tenaga Kerja

RDMP Balikpapan Diklaim Serap 24 Ribu Tenaga Kerja

Heri Purnomo - detikFinance
Selasa, 13 Jan 2026 12:52 WIB
RDMP Balikpapan Diklaim Serap 24 Ribu Tenaga Kerja
Ilustrasi RDMP Balikpapan.Foto: Rista Rama Dhany/detikcom
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto soal penyerapan tenaga kerja di megaproyek kilang terintegrasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Menurut Bahlil RDMP Balikpapan ini menyerap hingga 24.000 tenaga kerja. Selain itu, Bahlil juga bilang keberadaan kilang ini meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp 514 triliun per tahun.

"Bapak Presiden yang kami hormati,penyerapan tenaga kerja 24.000 dengan TKDN 30%. Peningkatan PDB itu sebesar Rp 514 triliun per tahun," tutur Bahlik dikutip dari YouTube Kementerian ESDM Selasa (13/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, beroperasi kilang terbesar di Indonesia ini, maka dapat menghemat devisa sebesar Rp 60 triliun.

ADVERTISEMENT

Hal ini terjadi karena terdapat fasilitas Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang bisa meningkatkan kapasitas kilang.

Kini kapasitas kilang menjadi menjadi 360 ribu barel minyak per hari, CDU sebagai jantung dari Kilang Balikpapan kini bisa mengolah minyak lebih banyak dari sebelumnya yang hanya 260 ribu barel.

"Jadi dengan RDMP ini, kita bisa menghemat devisa kurang lebih sekitar Rp 60 triliun lebih, karena dia bisa menambah 100 ribu barel. Dengan bensin itu kita bisa menghasilkan 5,8 juta kiloliter per tahun," katanya.

"Konsumsi bensin kita sekarang 38 juta kiloliter per tahun. Produksi dalam negeri kita itu 14,25 juta, dengan penambahan 5,8 juta, maka impor kita terhadap bensin itu tinggal 19 juta kiloliter," tambahnya.

Selain itu, Bahlil juga menyebutkan proyek dan program B50 yang sedang dalam tahap pengujian juga akan membuat RI terbebas dari impor solar.

"Sekarang dengan ini kita menambah kurang lebih sekitar hampir 5 juta. Impor kita tinggal 5 juta Pak, jadi sudah tertutupi bahkan surplus 1,4 juta. Itu solar untuk C48, sementara C51 impor kita itu hanya 600 ribu kiloliter. Nanti di semester ke II (2026) Pertamina saya minta untuk membangun agar tidak kita impor," terangnya.

Tonton juga video "Bahlil Cerita Drama di Balik Kebakaran RDMP Balikpapan 2024"

(hrp/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads