Lembaga pemeringkat global MSCI ESG Research LLC merilis hasil penilaian praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) di sektor hilir migas. Penilaian dilakukan dengan pendekatan industry-adjusted ESG risk assessment, yakni membandingkan kinerja perusahaan dalam industri yang sama berdasarkan standar Global Industry Classification Standard (GICS).
Dalam klasifikasi GICS, sektor Oil & Gas Refining & Marketing dinilai memiliki eksposur tinggi terhadap isu lingkungan, keselamatan, tata kelola, serta hubungan dengan masyarakat. Sejumlah isu kunci seperti emisi karbon, keselamatan operasional, dan tata kelola perusahaan menjadi fokus utama dalam penilaian.
Berdasarkan hasil penilaian per Desember 2025, Pertamina Patra Niaga termasuk salah satu perusahaan di sektor tersebut yang dinilai oleh MSCI. Kinerja emisi karbon menjadi salah satu indikator yang mendapat sorotan, di mana perusahaan mencatatkan skor maksimal untuk kategori Carbon Emissions dan berada di kuartil teratas dibandingkan perusahaan sejenis di industri Oil & Gas Refining, Marketing, Transportation & Storage. Intensitas karbon perusahaan juga disebut lebih rendah dibandingkan rata-rata industri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyatakan,
"Penerapan praktik ESG di seluruh lini bisnis merupakan prioritas utama kami dalam mewujudkan perusahaan energi bertaraf global. Hal ini kami jalankan melalui pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, mendistribusikan produk yang lebih ramah lingkungan, serta kontribusi sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat."
Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga Harsono Budi Santoso mengatakan,
"Skor rating ESG A menjadi indikator penting dari komitmen kami dalam mengelola lingkungan dan sosial secara bertanggung jawab. Kami mengapresiasi dukungan seluruh pemangku kepentingan yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini, sekaligus menjadikan pencapaian ini sebagai pendorong untuk terus melahirkan program-program inovatif di masa mendatang."
Dalam penilaian tersebut, MSCI juga mencatat aspek tata kelola dan pengelolaan risiko sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan di sektor hilir migas, termasuk kesiapan menghadapi transisi energi, kepatuhan regulasi, serta penguatan sistem pengendalian internal.
(fdl/fdl)










































